hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Ginting: Prabowo Harus Rombak Bidang Hukum

selamat ginting
Pengamat Komunikasi Politik dan Militer Selamat Ginting (baju orange) sebagai salah satu pembicara dalam diskusi “Dua Tahun Pemerintahan Prabowo” di Jakarta, Selasa (18/8/2026)

PeluangNews, Jakarta – Pengamat komunikasi politik dan militer, Selamat Ginting menyarankan Presiden Prabowo segera mengganti tim hukum di Kabinet Merah Putih.

Langkah ini penting untuk menegakkan pemberantasan korupsi sebagaimana berkali-kali dia sampaikan dalam banyak kesempatan di hadapan publik.

“Saya memahami kegelisahan publik terkait soal ini. Sebab, hampir dua tahun pemerintahan Prabowo belum menunjukkan perubahan besar pada sejumlah pos strategis, terutama di bidang penegakan hukum dan keamanan,” kata Ginting dalam Diskusi Media Buka Fakta yang digelar _MediaTrust.id_ bersama Forum Jurnalis Merdeka (FJM) di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).

Sebagian posisi tersebut, lanjutnya, masih ditempati orang-orang yang merupakan peninggalan pemerintahan Jokowi. Akibatnya, pemberantasan korupsi dinilainya masih belum maksimal.

Menurut Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) itu, Prabowo harus melakukan perombakan pada jajaran bidang hukum. Dengan begitu dia bisa lebih leluasa menjalankan agenda pemerintahannya.

“Kita tahu, orang-orang di penegakan hukum adalah inventaris Jokowi. Jadi menurut saya, supaya Prabowo lebih leluasa mewujudkan visinya, tidak ada cara lain selain reshuffle bidang hukum. Selama tidak dilakukan, dia akan terus-menerus menghadapi banyak gangguan dari dalam pemerintahannya sendiri,” katanya.

Beda dengan Soeharto

Ginting juga menyoroti hubungan Prabowo dan mantan Presiden Joko Widodo yang dinilainya mengalami pasang surut.

Dia membandingkan dinamika tersebut dengan hubungan Presiden Soekarno dan Soeharto. Tetapi dia melihat perbedaan situasi dan pilihan sikap yang akhirnya diambil.

Ginting melihat Prabowo tidak seberani Soeharto saat awal jadi Presiden. Mantan penguasa Orde Baru itu dinilai berani mengambil risiko. Setelah mendapat mandat dari Soekarno, Soeharto segera melakukan pembersihan orang-orang lama.

Di sisi lain, Ginting mencoba memahami perbedaan sikap Prabowo dan Soeharto di awal-awal kekuasaan mereka. Saat dilantik jadi Presiden, Soeharto masih sangat muda. Usianya masih 40-an, sedangkan Prabowo sekarang 70-an. Perbedaan inilah yang menjadi penyebab perbedaan kedua Presiden itu dalam bersikap. []

pasang iklan di sini
octa vaganza