hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Berita  

Bamsoet Dilantik Jadi Wantimpres, Bawa Pengalaman 20 Tahun di Parlemen

Bambang Soesatyo. Foto: ist/peluangnews
Bambang Soesatyo. Foto: ist/peluangnews

PeluangNews, Jakarta-Setelah hampir dua dekade berkiprah di parlemen, Bambang Soesatyo atau Bamsoet kini memasuki babak baru dalam perjalanan politiknya. Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 itu resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Pelantikan Bamsoet berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden. Ia bergabung bersama 25 tokoh nasional lainnya dengan Pratikno sebagai Ketua dan Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua.

Bamsoet mengatakan, posisi barunya di Wantimpres merupakan kelanjutan dari pengabdian di lembaga yang berbeda. Pengalaman panjangnya di parlemen dinilai menjadi bekal untuk memberikan masukan kepada Presiden dari perspektif legislasi, pengawasan, hingga aspirasi masyarakat.

“Saya memandang amanah sebagai Anggota Wantimpres sebagai kelanjutan dari pengabdian di lembaga yang berbeda. Selama hampir 20 tahun berada di parlemen, saya belajar bahwa setiap kebijakan negara membutuhkan pertimbangan yang matang, melihat persoalan dari berbagai sudut, sekaligus mendengar suara masyarakat. Pengalaman tersebut akan saya bawa dalam menjalankan amanah sebagai Wantimpres,” ujar Bamsoet.

Bamsoet pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah VII pada Pemilu 2009. Kariernya di parlemen kemudian berkembang hingga menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Ketua Komisi III DPR RI bidang hukum, HAM dan keamanan periode 2016-2018, Ketua DPR RI periode 2018-2019, serta Ketua MPR RI periode 2019-2024.

Menurut Bamsoet, pengalaman memimpin DPR dan MPR memberinya perspektif mengenai proses penerjemahan kebijakan pemerintah menjadi kebijakan publik serta bagaimana aspirasi masyarakat masuk dalam proses politik.

“Saya melihat pengalaman sebagai Ketua DPR dan Ketua MPR memberikan perspektif yang cukup lengkap mengenai bagaimana kebijakan pemerintah diterjemahkan menjadi kebijakan publik, bagaimana aspirasi masyarakat masuk ke dalam proses politik, dan bagaimana lembaga negara harus membangun komunikasi agar keputusan yang diambil dapat berjalan efektif,” katanya.

Ia menegaskan akan berupaya memberikan pertimbangan kepada Presiden secara objektif dengan mengedepankan data dan kepentingan nasional.

Di internal Partai Golkar, Bamsoet juga memiliki perjalanan politik yang panjang. Ia pernah dipercaya sebagai Bendahara Umum Partai Golkar pada masa kepemimpinan Aburizal Bakrie. Setelah itu, ia menjadi Wakil Ketua Umum Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto dan kembali dipercaya menduduki posisi serupa pada kepemimpinan Bahlil Lahadalia.

“Pengalaman di Partai Golkar mengajarkan saya bahwa politik pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan rakyat dan kepentingan negara. Saya pernah berada di berbagai posisi dalam partai dengan kepemimpinan yang berbeda. Dari sana saya memahami pentingnya menjaga komunikasi, menghormati perbedaan pandangan, dan mencari titik temu ketika kepentingan politik berhadapan dengan kepentingan kebangsaan,” tutur Bamsoet.

Dalam jajaran Wantimpres 2026, Bamsoet menjadi satu-satunya anggota DPR RI yang masih aktif. Komposisi tersebut juga diisi tokoh dengan latar belakang beragam, mulai dari tokoh agama, akademisi, purnawirawan TNI dan Polri, pengusaha, mantan pejabat negara, hingga profesional.

Bamsoet menilai keberagaman tersebut dapat menjadi modal penting dalam memberikan pertimbangan kepada Presiden.

“Keberagaman latar belakang anggota Wantimpres justru menjadi kekuatan. Ada pengalaman pemerintahan, parlemen, militer, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, hingga masyarakat sipil. Tantangannya adalah bagaimana seluruh pengalaman itu dapat diramu menjadi masukan yang konstruktif bagi Presiden,” ujarnya.

Perjalanan Bamsoet di lembaga negara sebelumnya juga diwarnai sejumlah penghargaan. Pada 14 Agustus 2024, Presiden Joko Widodo menganugerahkan Bintang Mahaputera Adipradana kepada Bamsoet atas jasa dan sumbangsihnya selama menjalankan tugas sebagai Ketua MPR RI periode 2019-2024.

Sebelumnya, pada 2020, Bamsoet juga menerima Bintang Jasa Utama dari Presiden Joko Widodo. Selain itu, ia pernah menerima sejumlah penghargaan dan brevet kehormatan, termasuk Dharma Pertahanan Utama dari Menteri Pertahanan saat itu, Prabowo Subianto, serta sejumlah brevet kehormatan dari TNI dan Polri.

Bamsoet mengatakan berbagai penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan akhir, melainkan pengingat atas tanggung jawab yang menyertai setiap kepercayaan negara.

“Berbagai penghargaan dan tanda kehormatan yang pernah saya terima tidak boleh dilihat sebagai tujuan akhir. Justru setiap penghargaan harus menjadi pengingat bahwa semakin besar kepercayaan yang diberikan negara, semakin besar pula tanggung jawab untuk memberikan manfaat,” katanya.

Kini, pengalaman Bamsoet di parlemen, Partai Golkar, serta isu hukum, politik, pertahanan, keamanan dan ekonomi akan dibawa ke lingkungan Wantimpres. Ia menegaskan masukan yang diberikan kepada Presiden harus berpijak pada data, konstitusi, kepentingan masyarakat, serta kemampuan negara dalam melaksanakan kebijakan.

“Saya ingin menjalankan tugas ini dengan tetap berpijak pada kepentingan nasional. Masukan kepada Presiden harus berangkat dari data, konstitusi, kepentingan masyarakat dan kemampuan negara dalam melaksanakannya,” pungkas Bamsoet.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id