hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Menkop Ferry Dorong Ekonomi Syariah Jateng Naik Kelas Lewat Koperasi dan Pasar Global

Menkop Ferry Dorong Ekonomi Syariah Jateng Naik Kelas Lewat Koperasi dan Pasar Global
Menkop Ferry Dorong Ekonomi Syariah Jateng Naik Kelas Lewat Koperasi dan Pasar Global/dok.humas

PeluangNews, Semarang — Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono menegaskan komitmennya memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah. Penguatan tersebut diarahkan melalui koperasi, UMKM, industri halal, hingga perluasan akses pasar global.

Komitmen itu disampaikan Ferry saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah yang dirangkaikan dengan peresmian Koperasi Ekspor Merah Putih di Semarang, Jumat (2/10).

Ferry mengatakan Jawa Tengah memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, industri pengolahan, UMKM hingga ekonomi kreatif. Potensi tersebut, menurut dia, perlu dikonsolidasikan agar mampu menghasilkan nilai tambah sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Dalam konteks itu, MES dinilai memiliki peran strategis sebagai penggerak sekaligus penghubung berbagai potensi ekonomi daerah dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Kami di MES memiliki komitmen bersama untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah di Jateng. Terlebih upaya kami mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi Jateng dan Ketua Umum MES Pak Rosan Roeslani. Kita akan kembangkan MES dan ekonomi syariah di Jateng,” kata Ferry dalam keterangannya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Pengurus Pusat MES Rosan Perkasa Roeslani, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang juga Ketua Dewan Penasihat MES Jawa Tengah, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi Ari Permana, Koordinator Wilayah MES Jawa-Balinusra Kukrit Suryo Wicaksono, serta Ketua Umum Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah Reza Arif Budi Artha.

Koperasi Jadi Pengungkit

Ferry menjelaskan, salah satu tantangan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat adalah memperkuat kapasitas dan kualitas produk sekaligus membuka akses pembiayaan dan pasar secara lebih luas.

Karena itu, ia mengapresiasi peresmian Koperasi Ekspor Merah Putih yang dinilai dapat menjadi instrumen untuk mendorong koperasi naik kelas dan memperluas jangkauan produk masyarakat.

Melalui koperasi, berbagai produk lokal dapat dihimpun dan diperkuat sehingga mampu memenuhi standar kualitas, menjaga kontinuitas pasokan, serta menyesuaikan kebutuhan pasar internasional.

“Jika kita melihatnya dari perspektif ekonomi syariah, semangat koperasi memiliki keselarasan dengan nilai-nilai kebersamaan, kemitraan, keadilan, dan kebermanfaatan,” ujarnya.

Baca Juga:Empat Tahap MES Menuju Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Ferry juga mengapresiasi pelantikan Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah. Ia berharap kepengurusan baru tersebut semakin memperkuat peran MES dalam mengembangkan ekonomi syariah sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

Menurut dia, ekonomi syariah tidak semata-mata berkaitan dengan transaksi yang sesuai prinsip syariah. Lebih dari itu, ekonomi syariah harus mampu menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan berusaha, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara lebih merata.

“Di sinilah saya berharap MES Jawa Tengah dapat mengambil peran yang semakin nyata. Koperasi Ekspor Merah Putih yang hari ini diresmikan dapat menjadi salah satu ruang konkret bagi MES untuk menerjemahkan semangat ekonomi syariah ke dalam aktivitas ekonomi,” kata Ferry.

MES Jadi Penghubung

Ketua Umum Pengurus Pusat MES Rosan Perkasa Roeslani mengatakan Indonesia memiliki mayoritas penduduk beragama Islam. Namun, praktik dan implementasi ekonomi syariah di tengah masyarakat dinilai masih perlu terus diperkuat.

Karena itu, MES diharapkan dapat menjadi penghubung antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas penerapan ekonomi syariah.

“Kalau kita bisa bersinergi maka manfaat yang dirasakan masyarakat akan lebih besar,” kata Rosan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong pengurus MES Jawa Tengah mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki daerah agar menghasilkan nilai tambah nyata bagi masyarakat.

Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah wisata ramah muslim, termasuk di Demak dan kawasan keraton. Pengembangan sektor tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah di Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi juga meminta MES menggandeng berbagai pemangku kepentingan agar program ekonomi syariah di Jawa Tengah dapat berkembang dan menjadi rujukan di tingkat nasional. (Aji)

pasang iklan di sini
lpdb.go.id