
PeluangNews, Jakarta – Pelaksanaan puncak ibadah haji wukuf di Arafah, Arab Saudi, sekitar sehari lagi yakni 26 Mei 2026.
Untuk memastikan kesiapan fasilitas layanan, Wakil Menteri Kementerian Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau langsung lokasi tenda-tenda yang akan digunakan para jemaah haji Indonesia.
Peninjauan dilakukan dengan mengecek kebersihan kavling tenda, kapasitas tempat istirahat, hingga fasilitas kamar mandi dan toilet yang akan digunakan jemaah.
“Yang jelas hari ini saya dan kawan-kawan meninjau pembersihan kavling-kavling yang dilakukan oleh KBIHU atau oknum tertentu. Kedua, kita memastikan jumlah tenda sesuai dengan kebutuhan, jadi tidak ada jemaah calon haji yang tidak memperoleh tenda, tempat tidur, dan tempat istirahat,” kata Dahnil, di Makkah, dikutip Minggu (24/5/2026).
Sebelum ini Kementerian Haji dan Umrah mencopot sejumlah penanda yang dipasang sepihak oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di tenda-tenda Arafah.
Sejumlah tenda yang dikelola syarikah Rakeen maupun Duyuful Bait ditemukan memiliki tempelan nama kloter dan tulisan KBIHU.
Bahkan, beberapa penanda mencantumkan logo syarikah sehingga terkesan sebagai penempatan resmi.
Dalam kunjungannya ke Mina, Dahnil juga mengecek langsung kondisi fasilitas sanitasi untuk memastikan jemaah mendapatkan layanan yang layak selama bermukim di tenda.
Usai pengecekan, Wamenhaj Dahnil bersama rombongan berjalan kaki dari Markas 12 menuju area pelontaran jumrah di Jamarat.
Markas 12 diketahui menjadi lokasi tenda jemaah Indonesia yang paling jauh dari Jamarat. Total jarak tempuh pulang-pergi dari titik tersebut mencapai sekitar 7 kilometer.
Menurut Dahnil, rangkaian ibadah di Mina membutuhkan kondisi fisik yang kuat karena jemaah harus banyak berjalan kaki tanpa dukungan kendaraan.
Bahkan, jemaah yang mengambil skema Nafar Awal diperkirakan menempuh perjalanan kaki hingga sekitar 21 kilometer selama fase Mina. Sedangkan jemaah Nafar Tsani akan berjalan lebih jauh lagi.
Karena itu, Dahnil meminta jamaah memanfaatkan waktu sebelum puncak haji untuk memulihkan stamina dan memperkuat kondisi fisik.
“Makanya ada istilah hari Tarwiyah, yang maknanya merenung dan bersiap-siap. Gunakan waktu pada hari Sabtu dan Ahad ini untuk beristirahat secara fisik, karena nanti rangkaian di Arafah, Muzdalifah, dan Mina akan menguras tenaga yang cukup banyak,” ujar Dahnil, menambahkan. []








