
PeluangNews, Palu – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo turun langsung meninjau infrastruktur terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah. Tak hanya memastikan jalan dan jembatan tetap aman digunakan, Dody juga mengingatkan potensi ancaman bencana susulan dari kawasan hulu sungai yang dinilai perlu segera dimitigasi.
Peninjauan dilakukan pada Minggu (21/6) di sejumlah titik, mulai dari Jalan Alternatif Palolo–Napu di Kabupaten Sigi, Jembatan Binangga Kenaw, hingga Jembatan Posu dan Intake Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamarora.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan konektivitas, layanan air bersih, dan keandalan infrastruktur dasar tetap terjaga selama masa pemulihan pascagempa.
Menteri Dody mengatakan Kementerian PU telah bergerak sejak hari pertama setelah gempa mengguncang Sulawesi Tengah untuk mendukung penanganan yang dilakukan pemerintah daerah.
“Saat ini titik-titik bencana telah ditangani. Kami di Kementerian PU mendukung Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi sejak hari pertama. Perhatian kami berikutnya adalah memastikan infrastruktur dasar yang digunakan masyarakat setiap hari tetap aman dan berfungsi dengan baik,” ujar Dody.»
Dalam peninjauan tersebut, Dody memberi perhatian khusus terhadap kondisi jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Ia meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh, meski secara kasatmata tidak terlihat mengalami kerusakan berat.
Salah satu yang menjadi sorotan ialah Jembatan Binangga Kenaw di Kecamatan Nokilalaki. Dody mengaku merasakan getaran saat berdiri di atas jembatan ketika kendaraan melintas.
“Tadi saya berdiri di jembatan dan ketika ada kendaraan melintas terasa ada getaran. Hal seperti ini harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis agar masyarakat mendapatkan kepastian bahwa infrastruktur yang mereka gunakan setiap hari benar-benar aman,” katanya.
Menurut Dody, dalam situasi pascabencana, aspek keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik bangunan, tetapi juga rasa aman masyarakat saat menggunakan infrastruktur tersebut.
“Jalan yang retak, jembatan yang terasa goyang, atau layanan dasar yang terganggu mungkin terlihat kecil, tetapi bagi masyarakat itu sangat penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan rasa aman mereka. Karena itu saya meminta jajaran Kementerian PU tidak hanya melihat kerusakan yang terlihat, tetapi juga potensi risiko yang dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat,” ujarnya.
Selain memeriksa infrastruktur jalan dan jembatan, Menteri Dody juga meninjau Jembatan Posu yang melintasi Sungai Posu di Desa Sopu. Dalam kesempatan itu, ia menemukan adanya cekungan berisi genangan air di kawasan hulu sungai yang dinilai berpotensi memicu bencana hidrometeorologi apabila tidak segera ditangani.
“Saya juga melihat ada cekungan berisi air di bagian atas. Ini harus segera dipetakan dan dimitigasi. Kalau ada potensi bahaya, kita harus cek dan antisipasi sejak awal. Kita tidak ingin menyesal karena sesuatu yang sebenarnya bisa dicegah,” tegasnya.
Dody kemudian menginstruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III untuk melakukan survei lebih lanjut guna memetakan kondisi kawasan hulu serta menyiapkan langkah penanganan apabila diperlukan.
Ia mencontohkan pengalaman penanganan bencana di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, di mana cekungan berisi air akhirnya jebol setelah diguyur hujan deras dalam waktu lama dan memicu longsor.
“Kita punya pengalaman di Cilacap, Jawa Tengah. Awalnya ada cekungan berisi air, kemudian karena hujan terus-menerus akhirnya jebol. Solusinya kita buat saluran air, tapi seberapa perlunya hari ini nanti kita lihat berdasarkan hasil survei,” ungkapnya.
Selain memastikan konektivitas, Kementerian PU juga memastikan layanan air bersih tetap berjalan. Intake dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamarora di Kecamatan Nokilalaki dipastikan masih beroperasi normal sehingga kebutuhan air bersih masyarakat selama masa pemulihan pascagempa tetap terpenuhi.








