
PeluangNews, Jakarta — Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Timur membukukan transaksi penjualan mencapai Rp1,14 miliar dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.
Capaian tersebut menjadi bukti semakin kuatnya daya saing produk UMKM asal Kalimantan Timur sekaligus terbukanya akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kepala KPw BI Kaltim Jajang Hermawan mengatakan, kontribusi terbesar berasal dari Manika Kaltim, UMKM yang memproduksi tas rotan dan kerajinan manik-manik khas Kalimantan Timur. UMKM tersebut mencatat penjualan tertinggi sebesar Rp615,29 juta.
“UMKM penghasil kerajinan tas rotan dan manik-manik khas Kalimantan Timur, Manika Kaltim, menjadi UMKM dengan capaian penjualan tertinggi, yakni sebesar Rp615,29 juta,” ujar Jajang di Samarinda, Selasa (25/8/2026).
Secara nasional, KKI 2026 yang berlangsung hingga 22 Agustus 2026 mencatat penjualan sementara Rp144,2 miliar. Angka tersebut meningkat 46 persen dibandingkan capaian KKI pada 2025.
Tidak hanya penjualan, transaksi business matching (BM) ekspor nasional juga menunjukkan perkembangan positif. Nilainya mencapai Rp169,9 miliar, dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara.
Sementara itu, BM pembiayaan mencapai Rp285 miliar, atau melonjak 30,3 persen dibandingkan rata-rata capaian dalam tiga tahun terakhir.
Menurut Jajang, capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
“Capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, serta jejaring bisnis, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya.
15 UMKM Kaltim Tampil di Pameran Luring
Pada KKI 2026, sebanyak 15 UMKM unggulan binaan BI Kaltim mendapat kesempatan mengikuti pameran secara luring. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan KKI sebelumnya yang hanya melibatkan enam UMKM.
Ke-15 UMKM tersebut berasal dari berbagai sektor, terdiri atas empat UMKM wastra atau kain tradisional, satu UMKM pakaian siap pakai, empat UMKM kriya, satu UMKM dekorasi rumah, serta lima UMKM makanan dan minuman olahan.
Selain pameran luring, sebanyak 22 UMKM Kaltim lainnya turut ambil bagian secara daring. Langkah ini dilakukan untuk memperluas eksposur produk unggulan daerah sekaligus membuka akses ke pasar domestik dan global.
Peluang ekspansi ke pasar internasional semakin terbuka melalui program business matching. Dari program tersebut, empat UMKM binaan BI Kaltim memperoleh peluang untuk membangun jejaring bisnis internasional.
UMKM Menggeris, yang memproduksi jam tangan dan kacamata berbahan kayu, berhasil mendapatkan kesepakatan ekspor langsung ke Jepang dan Italia.
Sementara itu, tiga UMKM lainnya, yakni Abon Jaya Mandiri yang bergerak di bidang olahan ikan, Tumman Jaya Mulya dengan produk aneka camilan, serta Jo-E Craft yang memproduksi tas khas Kaltim, menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan calon pembeli dari Singapura, Afrika Selatan, dan Australia.
“Capaian ini menjadi langkah konkret bagi UMKM Kaltim dalam memperluas pasar global sekaligus meningkatkan kesiapan usaha mereka dalam memenuhi standar pasar internasional,” ujar Jajang.
Barista Kaltim Raih Prestasi Nasional
Prestasi kontingen Kaltim di KKI 2026 juga datang dari ajang Cangkir Barista Championship 2026.
Setelah berhasil menempatkan tiga wakil di babak 24 besar nasional, barista asal Kaltim Joese Andrew Josly Kansil berhasil meraih juara kedua. Sementara Nanda Danuarta menempati posisi kelima.
Jajang menilai prestasi tersebut mencerminkan semakin berkembangnya ekosistem dan talenta industri kopi di Kalimantan Timur.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas sekaligus memperkuat daya saing pelaku industri kopi daerah.
Antusiasme terhadap produk-produk Benua Etam juga terlihat dari tingginya kunjungan ke stan UMKM BI Kaltim. Sejumlah pemangku kepentingan, tokoh nasional, hingga figur publik turut mengunjungi stan tersebut.
Kehadiran para pengunjung menjadi momentum untuk memperkenalkan kreativitas pelaku UMKM sekaligus kekayaan budaya Kalimantan Timur kepada masyarakat yang lebih luas.
Libatkan 1.860 UMKM dari Seluruh Indonesia
Secara keseluruhan, KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia, dengan 560 UMKM di antaranya mengikuti pameran secara luring.
Program pembinaan dan perluasan akses pasar tersebut didukung jaringan 46 Kantor Perwakilan BI Dalam Negeri dan lima Kantor Perwakilan BI Luar Negeri, serta bersinergi dengan 27 kementerian/lembaga dan 34 asosiasi mitra industri.
Ke depan, BI Kaltim berkomitmen memperkuat pembinaan UMKM secara menyeluruh atau end-to-end. Program tersebut mencakup digitalisasi, pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas usaha, hingga perluasan akses pembiayaan.
“Sejalan dengan semangat ‘Beudaya Meusare Sare Berdaya Bersama-sama’, sinergi berbagai pihak diharapkan dapat mendorong UMKM Kaltim tumbuh lebih tangguh dan memberikan nilai tambah yang besar bagi perekonomian daerah maupun nasional,” pungkas Jajang. (Aji)








