
PeluangNews, Sidoarjo — Risiko gagal bayar menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi koperasi di tengah tuntutan pengelolaan keuangan yang semakin kompleks. Menjawab kebutuhan tersebut, Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur menggandeng PT Pruden Visi Utama (PRUVIU) menggelar roadshow sosialisasi dan edukasi mitigasi risiko di sejumlah wilayah Jawa Timur dan Madura.
Selama sepekan, kegiatan tersebut menyambangi koperasi di Madura, Lamongan, Gresik, Tulungagung, Blitar, hingga Malang. Edukasi difokuskan pada pengelolaan keuangan, pemanfaatan teknologi, serta langkah preventif untuk mengantisipasi risiko pembiayaan, termasuk gagal bayar.
Ketua Bidang Kopdeskel Dekopinwil Jatim sekaligus penanggung jawab kegiatan, Oetomo Sapto Amin, mengatakan edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk memperkuat tata kelola dan manajemen risiko koperasi.
“Bersama PRUVIU kami sudah menyambangi Madura, Lamongan, Gresik, Tulungagung, Blitar, dan Malang untuk memberikan edukasi kepada koperasi tentang pengelolaan keuangan dan mitigasi risiko, salah satunya gagal bayar,” ujar Oetomo, Rabu (19/8/2026).
Menurut Oetomo, Dekopinwil Jatim ingin terus hadir di tengah gerakan koperasi, bukan hanya sebagai wadah organisasi, tetapi juga sebagai penghubung koperasi dengan inovasi dan mitra strategis.
Baca Juga:Dekopinwil Jawa Timur Tolak Permenkop & UKM No.08/2023, Ini Alasanya
Kolaborasi dengan PRUVIU menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut. Melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi, koperasi didorong menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan pembiayaan sekaligus membuat proses pengelolaan keuangan lebih efektif.
“Kolaborasi kami dengan PRUVIU merupakan bentuk komitmen untuk memberikan edukasi agar koperasi lebih adaptif terhadap teknologi dan digitalisasi sehingga pengelolaan keuangan koperasi menjadi lebih mudah,” katanya.
Dalam roadshow tersebut, PRUVIU memperkenalkan platform layanan informasi keuangan yang dirancang untuk membantu koperasi melakukan mitigasi risiko. Salah satunya adalah pengecekan riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK sebagai bahan pertimbangan dalam menganalisis calon anggota maupun calon penerima pembiayaan.
PRUVIU juga mendorong terbentuknya ekosistem SLIK Koperasi untuk membangun informasi pembiayaan antarkoperasi yang lebih terstruktur. Dengan begitu, koperasi diharapkan memiliki gambaran yang lebih komprehensif dalam menilai risiko pembiayaan.
Selain riwayat kredit, platform tersebut menawarkan instrumen pendukung lain, seperti deteksi indikasi aktivitas judi online dan pengembangan alternative scoring. Informasi tersebut dapat menjadi bahan tambahan bagi koperasi dalam memahami profil serta potensi risiko calon anggota.
Namun, seluruh informasi itu tetap ditempatkan sebagai bahan pendukung analisis. Keputusan pembiayaan tetap harus dilakukan secara profesional dengan mempertimbangkan kondisi, kemampuan, dan kelayakan anggota secara menyeluruh.
“PRUVIU sangat memahami kebutuhan koperasi. Sebelum anggota penerima manfaat mendapatkan pembiayaan, sistem menganalisis dan menilai informasi keuangan anggota, mulai dari BI Checking atau SLIK OJK hingga keterlibatan dalam judi online dan pinjaman online. Saya kira PRUVIU ini paket komplit,” pungkas Oetomo. (Cipto)








