
PeluangNews, Lampung Selatan — Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat kesejahteraan petani melalui pembenahan distribusi pupuk, penguatan harga hasil panen, hingga percepatan pembangunan infrastruktur pertanian.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan saat menghadiri Rembuk Tani Lampung di Lampung Selatan, Jumat (8/5).
Forum yang dihadiri unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, aparat keamanan, hingga ratusan petani itu menjadi ruang dialog terbuka terkait berbagai persoalan pertanian di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan menekankan bahwa pembangunan sektor pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memastikan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama ketahanan pangan nasional.
“Peningkatan produksi harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan petani. Kalau pupuk mudah didapat, irigasi baik, dan harga panen menguntungkan, petani akan semakin semangat meningkatkan produksi,” ujar Menko Pangan.
Ia menjelaskan, pemerintah dalam dua tahun terakhir terus membenahi tata kelola pupuk agar distribusinya lebih tepat sasaran dan mudah diakses petani. Langkah tersebut dinilai mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya produksi pertanian nasional.
Menurutnya, produksi pertanian nasional yang sebelumnya berada di kisaran 30 juta ton kini meningkat menjadi lebih dari 34 juta ton per tahun. Pemerintah juga terus menjaga stabilitas harga hasil panen agar tetap menguntungkan petani.
“Gabah saat ini berada di kisaran Rp6.500 per kilogram. Komoditas lain seperti jagung dan singkong juga menunjukkan tren harga yang positif,” katanya.
Dalam dialog tersebut, petani menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari bibit unggul, alat dan mesin pertanian, perbaikan jaringan irigasi, bantuan sumur bor untuk menghadapi musim kemarau, hingga penanganan hama dan penyakit tanaman jagung.
Menanggapi aspirasi itu, Menko Pangan meminta pemerintah daerah segera menyampaikan kebutuhan prioritas secara resmi agar dapat ditindaklanjuti bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Kebutuhan di lapangan harus segera dipetakan dan disampaikan agar penanganannya bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain fokus pada persoalan jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan langkah penguatan sektor perkebunan melalui pengembangan kawasan penelitian dan pembibitan unggul untuk komoditas kelapa, kopi, kakao, serta komoditas perkebunan lainnya.
Bibit unggul hasil pengembangan tersebut nantinya akan dibagikan kepada petani sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa dan peningkatan produktivitas masyarakat.
Langkah itu juga menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.







