hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta–Danantara, PSEL Jadi Solusi Strategis Sampah

Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta-Danantara. Foto: Gema/Peluang
Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta-Danantara. Foto: Gema/Peluang

PeluangNews, Jakarta-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng Danantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Kesepakatan itu ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, sebagai langkah konkret menjawab krisis sampah ibu kota.

Kerja sama ini difokuskan pada dua lokasi strategis, yakni Tanjungan dan Bantargebang—wilayah yang selama ini menjadi pusat beban pengelolaan sampah Jakarta. Langkah ini dinilai sebagai lompatan besar dalam menangani kondisi darurat sampah yang kini mencapai 9.120 ton per hari.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan percepatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden untuk menuntaskan persoalan sampah nasional.

“Ini adalah tindak lanjut dari arahan tegas Bapak Presiden. Seratus persen sampah Indonesia harus terkelola dengan baik pada tahun 2029. Hari ini kita menyaksikan bahwa arahan itu bukan sekadar angka, tapi sebuah aksi nyata,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia juga menyoroti perubahan signifikan setelah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Jika sebelumnya hanya satu proyek PSEL terealisasi dalam 11 tahun, kini percepatan mulai terlihat.

“Dalam waktu enam bulan sejak Perpres diterbitkan, sudah ada tiga lokasi yang siap masuk tahap konstruksi, termasuk Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Kota Bekasi,” tegasnya.

Selain itu, satu proyek PSEL di Palembang yang mengacu pada Perpres 35 Tahun 2018 ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026. Secara nasional, pemerintah telah menetapkan 14 lokasi tambahan PSEL yang mencakup hampir 71 kabupaten/kota.

Dalam skema baru ini, Danantara Indonesia berperan sebagai mitra strategis yang menjembatani kesiapan proyek, mulai dari pembiayaan hingga proses pemilihan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP). Pendekatan ini diharapkan mampu memangkas birokrasi dan mempercepat realisasi proyek.

Penanganan sampah Jakarta menjadi prioritas karena posisinya sebagai ibu kota sekaligus barometer nasional. Selama ini, sebagian besar sampah masih bergantung pada TPA Bantargebang yang kapasitasnya telah jauh terlampaui.

Melalui pembangunan PSEL, pemerintah menargetkan hadirnya solusi modern dan berkelanjutan berbasis teknologi ramah lingkungan. Sistem ini juga akan terintegrasi dari hulu ke hilir, sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mempercepat reformasi pengelolaan sampah.

Proyek PSEL Jakarta sendiri masuk dalam batch berikutnya yang akan diproses Danantara Indonesia dan ditargetkan segera memasuki tahap implementasi. Fasilitas ini nantinya akan menjadi tulang punggung pengelolaan sampah di hilir, sekaligus menghasilkan energi listrik dari limbah perkotaan.

Penandatanganan MoU ini turut disaksikan sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kepala BPI Danantara, Wakil Menteri ESDM, Gubernur DKI Jakarta, serta perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

octa vaganza