hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Ragam  

SEBASTIANred Bawa Semangat Perempuan Modern Lewat LA GARÇONNE

Koleksi SEBASTIANred. Foto: Ratih/peluangnews
Koleksi SEBASTIANred. Foto: Ratih/peluangnews

PeluangNews, Jakarta-Semangat perempuan untuk tampil bebas, percaya diri, dan berani mendobrak batasan zaman diterjemahkan SEBASTIANred melalui koleksi terbaru LA GARÇONNE.

Terinspirasi dari karakter perempuan modern era 1920-an, koleksi SEBASTIANred memadukan sentuhan maskulin dan feminin dalam siluet yang elegan, praktis, sekaligus penuh karakter.

Koleksi SEBASTIANred 2026/2027 tersebut diperkenalkan dalam The Langham Fashion Soiree 2026 di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Gelaran fashion ini berlangsung pada 12–14 Agustus 2026.

LA GARÇONNE mengambil inspirasi dari novel La Garçonne (1922) karya Victor Margueritte. Novel tersebut mengisahkan seorang perempuan yang memilih meninggalkan masa lalu setelah menghadapi pengkhianatan tunangannya dan kemudian membangun kehidupan baru dengan kebebasan serta kemandirian.

Bagi Sebastian Gunawan, kisah tersebut merepresentasikan semangat perempuan yang berani menentukan pilihannya sendiri.

Dikutip dari keterangan resminya, LA GARÇONNE adalah tentang perempuan yang berani keluar dari batasan, memiliki kebebasan untuk menentukan dirinya sendiri, tetapi tetap bisa mempertahankan sisi feminin dan elegannya.

Semangat itu kemudian diterjemahkan ke dalam 56 set rancangan. Koleksi ini menghadirkan pertemuan antara estetika klasik dan modern melalui permainan siluet, material, warna, dan tekstur.

Kontras hitam dan putih menjadi elemen visual yang dominan. Di antara warna monokrom tersebut, aksen merah hadir sebagai pernyataan yang kuat sekaligus mempertegas identitas SEBASTIANred.

Eksplorasi tekstur turut menjadi daya tarik koleksi melalui penggunaan bordir, lace, payet, serta permainan layering. Beragam elemen tersebut menciptakan tampilan yang dinamis sekaligus memberikan dimensi pada setiap busana.

Karakter perempuan dalam LA GARÇONNE juga diperkuat melalui inspirasi dua ikon film bisu, Louise Brooks dan Clara Bow. Keduanya dikenal memiliki gaya personal yang berani, elegan, dan merepresentasikan perubahan karakter perempuan pada era 1920-an.

Melalui kedua figur tersebut, SEBASTIANred menunjukkan bahwa perempuan tidak harus memilih antara tampil feminin atau maskulin. Kedua karakter tersebut justru dapat berpadu dan menciptakan gaya yang lebih kuat.

Pendekatan tersebut terlihat melalui tailoring yang presisi, permainan drapery, layering, volume, dan konstruksi siluet. Detail bordir dan tekstur juga dikerjakan secara cermat untuk menghasilkan busana dengan karakter feminin, berkelas, sekaligus modern.

“Yang menarik dari era itu adalah keberanian perempuan mengeksplorasi bentuk baru dalam berpakaian. Semangat tersebut kami terjemahkan kembali dengan pendekatan yang lebih modern dan tetap sesuai dengan karakter SEBASTIANred,” kata Sebastian.

Untuk memperkuat keseluruhan tampilan, peragaan busana LA GARÇONNE juga berkolaborasi dengan brand aksesori Le Ciel. Koleksi aksesori tersebut terdiri dari anting, kalung, hingga tas beads yang dirancang khusus untuk melengkapi estetika LA GARÇONNE.

Kolaborasi busana dan aksesori tersebut menciptakan tampilan yang utuh, dengan karakter elegan namun tetap berani.

Melalui LA GARÇONNE, SEBASTIANred tidak sekadar menghadirkan interpretasi estetika era 1920-an. Koleksi ini juga membawa pesan tentang perempuan yang memiliki kebebasan untuk menentukan identitas, bergerak tanpa batas, serta memadukan kekuatan dan kelembutan dalam satu gaya yang personal.

pasang iklan di sini
octa vaganza