
PeluangNews, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq.
Selain rektor juga beberapa pihak lainnya dari Unsoed. Ketua KPK Setyo Budiyanto, Jumat (21/8/2026), tidak mengungkapkan perkara yang menjerat Rektor Unsoed dalam OTT ini.
KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menetapkan status tersangka dari sejumlah pihak yang terjaring OTT.
Namun, juru bicara KPK Budi Prasetyo mengutarakan bahwa OTT ini terkait dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam penerimaan mahasiswa baru.
“Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah,” kata Budi.
Budi mengaku KPK menyayangkan terjadinya dugaan korupsi di ruang-ruang pendidikan.
Ruang yang seharusnya tidak sekadar diisi dengan pembelajaran ilmu pengetahuan, tapi juga penanaman nilai dan karakter.
“Terlebih dugaan korupsi terjadi saat proses awal, proses penerimaan. Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa,” ucap Budi, menambahkan.
Terkait kasus ini, Kamis (20/8/2026), KPK memeriksa enam orang di lingkungan Unsoed. Sebanyak enam diperiksa penyidik secara maraton sekitar pukul 12.00 – 22.45 WIB.
Mereka terdiri dari pimpinan dan pejabat internal Unsoed serta tiga orang dari pihak eksternal kampus.
Pemeriksaan KPK melibatkan dua pimpinan Unsoed, yakni Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Noor Farid dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof Norman Arie Prayoga.
Selain keduanya, penyidik juga meminta keterangan Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Unsoed Eko Sumanto. Dari pihak eksternal kampus, KPK memeriksa Adhi Wiharto, Dian Mulia Wardhana alias Kating, serta Mulyono yang akrab disapa Nono.
Secara keseluruhan, enam orang dimintai keterangan oleh penyidik KPK di ruang pemeriksaan Satreskrim Polresta Banyumas.
Usai menjalani pemeriksaan, Norman terlihat keluar dari gedung Satreskrim Polresta Banyumas. Ia kemudian menuju mobil hitam R 1019 KH dengan mengenakan peci hitam dan masker putih.
Saat ditanya mengenai tujuan setelah pemeriksaan di Banyumas, Norman Arie mengisyaratkan proses pendalaman akan berlanjut di Jakarta.
Sebagai catatan, pada Senin (22/6/2026),
jajaran rektorat bersama mahasiswa Unsoed Purwokerto, Jawa Tengah, menyatakan menolak program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
Hal itu tertuang dalam salah satu poin pernyataan sikap yang dibacakan Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq saat menemui mahasiswa yang menggelar unjuk rasa di depan rektorat Senin (22/6/2026).
Pernyataan sikap jajaran rektorat Unsoed itu menyusul para mahasiswa ini yang menggelar orasi dan berdiskusi dengan jajaran rektorat. Para mahasiswa menemui rektorat terkait keikutsertaan salah satu mahasiswa dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Saat itu para mahasiswa mendesak rektor menandatangani dan membacakan pernyataan sikap terkait penolakan MBG dan Koperasi Merah Putih. []








