hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

PKPRI Jakarta Raya Gelar RAT ke-71, SHU Tembus Rp1,086 Miliar

PKPRI Jakarta Raya Gelar RAT ke-71, SHU Tembus Rp1,086 Miliar

PKPRI Jakarta Raya Gelar RAT ke-71, SHU Tembus Rp1,086 Miliar
Pengurus PKPRI Jakarta Raya berfoto bersama Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi, Herbert Siagian/dok.peluangnews-gema

PeluangNews, Jakarta – Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Jakarta Raya menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-71 Tahun Buku 2025 di Orchardz Hotel Industri, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta dari koperasi primer anggota PKPRI Jakarta Raya dan dibuka secara resmi oleh Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi, Herbert Siagian.

Dalam sambutannya, Herbert menilai pelaksanaan RAT tepat waktu menjadi indikator penting tata kelola koperasi yang sehat dan profesional. Menurutnya, PKPRI Jakarta Raya memiliki prospek usaha yang baik karena didukung lingkungan strategis yang berada di kawasan kementerian dan lembaga negara.

“Pelaksanaan RAT merupakan salah satu indikasi koperasi yang sehat. PKPRI memiliki prospek usaha yang bagus karena didukung lingkungan yang kondusif, sehingga saya yakin ke depan usahanya akan terus berkembang,” ujar Herbert.

Baca Juga: KDKMP dan Akhir Paradigma Lama Koperasi Indonesia

Ia juga mendorong PKPRI Jakarta Raya untuk mendukung program strategis pemerintah, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dengan mengambil peran sebagai “kakak asuh” bagi koperasi-koperasi yang baru dibentuk.

“Koperasi eksisting seperti PKPRI memiliki pengalaman dan kapasitas untuk menjadi kakak asuh bagi KDKMP agar dapat berkembang lebih cepat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum PKPRI Jakarta Raya, Syahnaz Rasyid, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan KDKMP sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berkomitmen mendukung pengembangan KDKMP sebagai program strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Syahnaz.

Komitmen tersebut sebelumnya telah disampaikan dalam forum Temu Mitra LPDB Koperasi pada 20 November 2025. Selain itu, pengurus PKPRI Jakarta Raya juga mengundang perwakilan pengurus KDKMP dari lima wilayah DKI Jakarta untuk menghadiri Rapat Anggota RK-RAPB Tahun 2026 pada 17 Desember 2025 lalu.

Pendapatan Lampaui Target

Dalam laporan pertanggungjawaban pengurus, Syahnaz mengungkapkan bahwa PKPRI Jakarta Raya berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan capaian yang melampaui target.

Pendapatan koperasi tercatat sebesar Rp9,635 miliar atau mencapai 101 persen dari target sebesar Rp9,514 miliar. Kontribusi terbesar berasal dari usaha SPBU di tiga lokasi, yakni Sukapura, Sepatan Tangerang, dan Karawang, yang menyumbang sekitar 73 persen dari total pendapatan.

Selain bisnis SPBU, unit usaha simpan pinjam juga memberikan kontribusi signifikan dengan pendapatan sebesar Rp1,088 miliar atau 108 persen dari target Rp1,012 miliar. Sementara itu, usaha persewaan mencatatkan pendapatan Rp1,240 miliar atau berkontribusi 13 persen terhadap total pendapatan.

Adapun pendapatan lainnya mencapai Rp311,851 juta atau sekitar 3 persen dari total pendapatan tahun 2025.

Berkat peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya operasional, PKPRI Jakarta Raya berhasil membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) bersih sebesar Rp1,086 miliar pada 2025, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp983,414 juta.

“Kami mengelola bisnis tanpa spekulasi dan menjalankannya sesuai aturan,” pungkas Syahnaz. (Drajat)

pasang iklan di sini
octa vaganza