
Sejalan dengan pelaksanaan Piala Dunia 2026, lonjakan taruhan judi online dari Indonesia potensial mencapai Rp60 triliun. Ajang 4 tahunan ini berpotensi memicu kebocoran likuiditas lewat judi online di Indonesia. Pasalnya, ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, olahraga favorit ini diperkirakan menghasilkan aktivitas taruhan global hingga US$60 miliar. Angka itu melonjak 71% dibandingkan Piala Dunia Qatar 2022.
Dari fakta nilai transaksi judol di Indonesia mencapai Rp286,8 triliun pada 2025, dana yang berpotensi mengalir ke taruhan sepak bola selama turnamen berlangsung diperkirakan Rp30–60 triliun. Nilai tersebut setara dengan 40%–70% dari total aksi jual bersih (net sell) investor asing di pasar saham RI sepanjang tahun berjalan. “Risiko yang lebih besar bukanlah dampak langsung terhadap pasar saham, melainkan berkurangnya likuiditas yang seharusnya dapat mengalir ke konsumsi domestik dan investasi produktif,” kata Liza dalam analisisnya (25/6).
Menurut perusahaan jasa keuangan Macquarie, Piala Dunia 2026 menjadi ajang taruhan terbesar sepanjang masa. Estimasi nilai judi bola global tak kurang dari US$ 50 miliar atau setara Rp898 triliun (asumsi kurs US$1 adalah Rp18 ribu). Nilai tersebut melonjak 42,86% dibanding perkiraan nilai taruhan pada Piala Dunia 2022 yang sebesar US$35 miliar. “Turnamen ini (Piala Dunia FIFA 2026) akan menyaksikan para petaruh memasang taruhan sekitar US$500 juta per pertandingan,” demikian dikutip dari berita estimasi judi bola Macquarie yang dikutip dari BBC.
Analis Macquarie, Chad Benyon, mengatakan lonjakan nilai estimasi judi global ini dipengaruhi penambahan jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim. Hal ini berdampak pada bertambahnya jumlah pertandingan dari 64 menjadi 104 pertandingan. Di sisi lain, Direktur Stop Predatory Gambling, Les Bernal, memperingatkan bahwa ratusan ribu orang di seluruh dunia, terutama pria muda, berisiko menderita utangdan kesulitan finansial karena perjudian selama Piala Dunia.
Menurut perusahaan jasa keuangan Macquarie, 99 dari 100 petaruh olahraga akan kehilangan uang dalam jangka panjang. Sedangkan perhelatan terbesar sepakbola ini telah mendekati akhir fase grup. Sejumlah negara seperti Brasil, Maroko, Argentina, Amerika Serikat, Jerman, Meksiko, Swiss, dan Kanada telah lolos ke babak selanjutnya.●





