
Sebagian masyarakat masih menilai koperasi tak ubahnya rentenir yang menerapkan suku bunga pinjaman tinggi. Ini menyebabkan mereka alergi berurusan dengan koperasi. Toman Pasaribu, Staf Pengawasan Wilayah Jawa Timur KSP Makmur Mandiri (KMM) mengakui kondisi tersebut. Namun ia menganggapnya sebagai tantangan yang perlu solusi alih-alih menyerah.
“Masih banyak masyarakat yang beranggapan koperasi itu sebagai lembaga keuangan yang terkesan seperti rentenir,” ungkap Tioman.
Perempuan kelahiran Doloksanggul, 12 Oktober 1992 itu punya cara jitu mengatasinya. Ia berupaya membangun citra positif koperasi melalui pendekatan dengan tokoh maupun organisasi masyarakat setempat. Selain itu melakukan promosi simpatik dan humanis agar semakin banyak yang bergabung menjadi anggota koperasi.
Pendekatan persuasif dengan membuka ruang dialog cukup efektif. Ini terlihat dari anggota KMM wilayah Jawa Timur yang meningkat. “Merangkul masyarakat dengan branding positif yang dimulai dari kita sendiri,” pungkasnya.





