hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Daerah  

Sore Panik di Kalijaga: Ketika Bekal Gratis Berujung di Lorong IGD

keracunan MBG
Ilustrasi | Foto: Liputan6.com-Hermawan Arifinato

PeluangNews, Cirebon – Pagi itu di TK Teratai, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026), tawa anak-anak masih pecah seperti biasa.

Di atas meja plastik warna-warni, kotak-kotak putih Makan Bergizi Gratis tiba sekitar pukul 08.00 WIB. Ada nasi putih, sop telur puyuh, orek tempe, sayur kol wortel, dan beberapa butir kelengkeng.

Tak ada yang menyangka, rasa asam itu akan menjadi pertanda sore yang panjang.

Pukul 15.00 WIB, bel pulang sekolah belum lama berbunyi. Di gerbang TK Teratai, para ibu yang datang menjemput justru disambut kepanikan. Beberapa anak lemas di pangkuan guru. Ada yang muntah di selasar.

“Pas saya mau jemput anak, saya kaget anak-anak dan guru kok panik,” ujar seorang ibu.

Kabar itu menyebar cepat lewat grup WhatsApp wali murid. Dari TK Teratai, keluhan yang sama muncul dari SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, dari kelompok bermain dan tempat penitipan anak di sekitar Kalijaga, bahkan dari balita peserta posyandu.

Menjelang Magrib, lorong Instalasi Gawat Darurat RS Siloam Putera Bahagia berubah menjadi ruang tunggu dadakan. Orang tua menggendong anak yang lemas, infus berjejer.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 18.45 WIB, tujuh ambulans terlihat bersiaga di depan rumah sakit untuk mendukung proses penanganan. Karena IGD RS Siloam penuh, ambulans-ambulans itu silih berganti merujuk pasien ke RSUD Gunung Jati, RS Ciremai, dan RS Cahaya Bunda.

Di sudut lorong, Agus Bachtiar memegangi anaknya yang baru selesai muntah. “Kata anak saya, pas dimakan itu telur puyuhnya memang sudah terasa asam,” katanya lirih.

Keluhan serupa disampaikan orang tua murid lainnya, Doni. “Keluhannya baru terasa sekitar jam 3 sore. Karena khawatir, saya langsung bawa ke RS Siloam, eh ternyata di sini sudah ramai sekali,” katanya.

Malam itu, sekitar 100 orang tercatat mendapatkan penanganan medis di empat rumah sakit. Di antara mereka, ada tujuh murid dan dua guru dari TK Teratai.

Semoga mereka semua sudah bisa pulang dan kembali tersenyum di kelas.[]

pasang iklan di sini
lpdb.go.id