
PeluangNews, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (14/10/2026) sore.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar ekspose atau gelar perkara di tingkat pimpinan pada Selasa malam (13/10), usai operasi tangkap tangan (OTT) yang menjaring 14 orang di wilayah Jabodetabek.
“Setelah penyelidikan perkara ini diputuskan naik ke tahap penyidikan pada forum ekspose tadi malam, kemudian penyidik menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (14/10/2026) pukul 17.25 WIB.
Budi mengatakan, dari 14 orang yang diamankan, sebagian ditetapkan sebagai tersangka dan akan langsung ditahan. Sisanya yang berstatus saksi diperbolehkan pulang.
“Pihak-pihak yang sampai dengan saat ini status hukumnya sebagai saksi, maka dapat kembali,” ujarnya.
Salah satu yang dibebaskan adalah Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian. Rustian keluar dari Gedung Merah Putih KPK pada Rabu pukul 14.52 WIB dengan mengenakan kemeja putih, tanpa borgol, dan langsung masuk ke dalam taksi. Ia bungkam saat dicecar wartawan.
Sebelumnya, Rustian diamankan bersama 13 orang lainnya pada Selasa malam, terdiri dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pegawai internal BNPB, tenaga ahli, dan pihak swasta.
Informasi yang dihimpun, lima tersangka yang ditetapkan adalah BS yang disebut sebagai adik kandung pejabat BNPB, R selaku tenaga ahli Kepala BNPB, S selaku PPK, serta dua pihak swasta penyedia barang.
Kasus ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa yang menggunakan dana siap pakai (DSP) untuk kebencanaan, yang menjadi anggaran tanggap darurat BNPB.
Dalam OTT tersebut, tim Satgas KPK menyita barang bukti uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan logam mulia berupa emas batangan serta tabungan emas. Hingga sore ini, jumlah dan nilai emas masih dalam proses penghitungan.
“Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai dan juga logam mulia emas. Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp1,4 miliar,” kata Budi sebelumnya di Yogyakarta, Selasa malam.
BNPB membenarkan sejumlah ruangan di kantor pusat Jalan Pramuka, Jakarta Timur, disegel KPK.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pihaknya menghormati proses hukum dan memastikan pelayanan publik tetap normal.
“Iya, memang ada beberapa ruangan yang disegel,” ujar Berton di Kemenko Polkam, Rabu.
TNI juga terlibat dalam pengamanan OTT ini. Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan personel Polisi Militer (Puspom) dikerahkan atas permintaan Ketua KPK.
OTT BNPB ini menjadi OTT ke-22 KPK sepanjang tahun 2026 dan menjadi sorotan karena terjadi di tengah penanganan karhutla yang masih menyisakan 639 hektare lahan terbakar, dengan 513 hektare di antaranya di Taman Nasional Tanjung Puting.
KPK dijadwalkan mengumumkan identitas tersangka dan konstruksi perkara secara resmi dalam konferensi pers malam ini. []








