hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Peluang Cuan di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia Akibat Konflik AS–Iran

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengguncang pasar energi global. Kebijakan terbaru Presiden AS Donald Trump yang mengarah pada blokade ekonomi terhadap Iran menjadi salah satu faktor utama lonjakan harga minyak dunia.

Mengutip laporan pejabat AS, Washington kini memilih meningkatkan tekanan ekonomi dengan menargetkan ekspor minyak Iran serta membatasi aktivitas pelabuhan negara tersebut. Strategi ini dinilai lebih minim risiko dibandingkan melanjutkan serangan militer besar-besaran atau membuka jalur diplomasi secara cepat.

Langkah tersebut muncul setelah gencatan senjata pada April lalu yang menghentikan eskalasi militer, namun menyisakan ketegangan tinggi di kawasan Timur Tengah. Pemerintah AS juga dilaporkan menolak proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz lebih awal, karena dianggap belum memenuhi tuntutan pembatasan program nuklir Teheran.

Dampak langsung dari konflik ini terlihat pada harga minyak mentah jenis WTI yang melonjak hingga sekitar 101,80 dolar AS per barel. Penutupan Selat Hormuz menjadi kekhawatiran utama, mengingat jalur tersebut menyuplai sekitar 20 persen distribusi minyak global.

Selain itu, dinamika pasar semakin kompleks setelah OPEC menghadapi perubahan komposisi, termasuk keluarnya Uni Emirat Arab (UEA) dari organisasi tersebut per 1 Mei. Kondisi ini menambah tekanan di tengah krisis energi global.

Iran sendiri diperkirakan mengalami kerugian hingga 170 juta dolar AS per hari akibat pembatasan ekspor minyak. Fasilitas penyimpanan seperti Pulau Kharg dilaporkan hampir penuh, meningkatkan risiko kerusakan infrastruktur jangka panjang.

Jika ketegangan berlanjut dan Selat Hormuz tetap terganggu, harga minyak berpotensi terus naik dan memicu inflasi global yang lebih luas.

Perdagangan minyak mentah dunia menggunakan satuan barel, jadi dalam kontrak transaksi telah ditentukan besaran kontraknya senilai 1.000 barel. Pergerakan harga minyak bersifat fluktuatif, dan untuk mendapatkan hasil maksimal dari fluktuasi pasar, Anda harus mengikuti berita fundamental dan analisis teknis. Untuk mendapatkan informasi terkini dan relevan, yang akan membantu Anda dalam bertransaksi minyak, kunjungi website octa.co.id.

Keunggulan Perdagangan Berjangka Komoditas Minyak Mentah

  1. Kontrol Risiko: Perdagangan berjangka memungkinkan pihak-pihak untuk mengatur risiko fluktuasi nilai tukar mata uang, sehingga mereka dapat memprediksi keuntungan atau kerugian yang akan didapat.
  2. Flexibilitas dan Peluang Dua Arah: Perdagangan berjangka memungkinkan pihak-pihak untuk menentukan tanggal pelaksanaan dan harga yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Jam perdagangan pasar akan buka mulai dari hari Senin pukul 06.00 WIB dan akan tutup pada pukul 04.00 WIB hari Sabtu dini hari. Jadi dari sisi jam perdagangan kapan saja kita bisa melakukan transaksi, baik di pasar Asia, Eropa maupun pasar Amerika Serikat.

Transaksi Minyak mentah pada umumnya dapat dilakukan dengan cara dua arah dalam mengambil peluangnya. Seseorang dapat membeli dahulu (open buy), lalu ditutup dengan menjual (sell) ataupun sebaliknya, melakukan penjualan dahulu, lalu ditutup dengan membeli.

Edukasi dan Simulasi Trading

Bagi investor pemula, pemahaman terhadap analisis fundamental dan teknikal menjadi kunci dalam memanfaatkan peluang ini. Sejumlah perusahaan pialang juga menyediakan pelatihan serta akun demo untuk membantu trader memahami mekanisme pasar tanpa risiko langsung.

Namun demikian, penting diingat bahwa perdagangan berjangka memiliki potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian yang signifikan. (Adv)

Contoh Perdagangan Berjangka Minyak Mentah

Berikut ini adalah contoh penerapannya dalam perdagangan. Diketahui, posisi harga jual dan harga beli

WTI/USD adalah:

Buy: $90.00/barel          Maka Hasilnya adalah  : Sell – Buy X Kontrak Size X 1 LOT

Sell: $91.45/barel                                                : $91.45 – $90.00 X 1000 X 1 Lot

Volume               : 1 lot                                        : $1450

Kontrak Size       : 1000 barel

Bagaimana bila ternyata harga minyak mentah  turun ke level 89.50/barel ? dimana harga berlawanan arah dari posisi Anda

Maka Hasilnya adalah  : Sell – buy X 1000 X 1 LOT

                                                                         : $90.00 – $89.50 X 1000 X 1 Lot

                                                                         : – $500

Harga ‘Buy’ menunjukkan harga untuk membeli 1 Lot kontrak minyak mentah adalah $90.00/barel, sementara harga ‘Sell’ menunjukkan harga untuk menjual 1 Lot kontrak minyak mentah adalah $91.45/ barel.

Dengan memahami cara kerja, kelebihan, dan contoh perdagangan berjangka, Anda dapat memulai investasi yang lebih efektif dan mengatur risiko yang lebih baik dalam perdagangan kontrak berjangka minyak mentah.

  1. Octa Investama Berjangka (OIB) menyediakan pelatihan tanpa dikenakan biaya, serta menyediakan AKUN DEMO untuk latihan bertransaksi produk komoditas, indeks saham global, dan pasar keuangan melalui Bursa Berjangka secara live. OIB terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Kunjungi website kami di octa.co.id untuk informasi lengkap.

Disclaimer : Perdagangan berjangka komoditi memiliki potensi keuntungan dan risiko kerugian

pasang iklan di sini
octa vaganza