hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Pegadaian Genjot Bisnis Syariah, Portofolio Tembus 20 Persen

Eka Pebriansyah. Foto: Gema/peluangnews
Eka Pebriansyah. Foto: Gema/peluangnews

PeluangNews, Jakarta-Pegadaian terus memperluas bisnis berbasis syariah dengan mengandalkan ragam produk pembiayaan dan jaringan layanan yang menjangkau masyarakat di berbagai daerah. Strategi ini dinilai membuka peluang besar bagi pertumbuhan bisnis syariah, termasuk melalui produk pembiayaan UMKM hingga program perjalanan umrah.

Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian Eka Pebriansyah mengatakan, saat ini portofolio bisnis syariah Pegadaian telah mencapai sekitar 20 persen dari total portofolio perusahaan.

“Secara total, portofolio syariah ini adalah sekitar 20 persen dari portofolio seluruh Pegadaian,” ujar Eka saat ditemui PeluangNews, dalam acara Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026 di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Menurut dia, pengembangan bisnis syariah didukung oleh jaringan Pegadaian yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini, Pegadaian memiliki sekitar 4.800 outlet yang diperkuat jaringan agen.

“Produk-produk syariah ini sangat banyak sekali, sehingga bisa dijual di unit-unit konvensional Pegadaian melalui channeling,” katanya.

Program KUR Syariah dari Pegadaian. Foto: Gema/peluangnews
Program KUR Syariah dari Pegadaian. Foto: Gema/peluangnews

Eka menjelaskan, produk Pegadaian Syariah tidak hanya terbatas pada layanan gadai. Perusahaan juga menyediakan pembiayaan untuk kebutuhan umrah dan haji, pembiayaan usaha, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis syariah.

Selain itu, Pegadaian memiliki berbagai produk pembiayaan lainnya, antara lain pembiayaan berbasis fidusia dan pembiayaan dengan agunan sertifikat tanah.

Eka optimistis prospek bisnis syariah Pegadaian masih terbuka lebar. Menurutnya, layanan keuangan syariah tidak hanya diminati masyarakat muslim, tetapi juga mulai digunakan oleh masyarakat nonmuslim.

“Produk syariah ini bukan hanya dikonsumsi atau digunakan oleh masyarakat muslim saja. Banyak sekali produk-produk kita yang juga digunakan oleh masyarakat nonmuslim,” ujarnya.

Dia menilai salah satu daya tarik produk syariah terletak pada skema perhitungan dan akad yang dinilai lebih jelas. Faktor tersebut menjadi salah satu alasan produk Pegadaian Syariah dapat diterima oleh masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

Karena itu, Pegadaian juga terus memperkuat edukasi dan literasi kepada masyarakat mengenai produk serta layanan syariah.

“Kami juga memiliki tugas untuk melakukan literasi kepada seluruh lapisan masyarakat berkaitan dengan produk-produk Pegadaian Syariah,” kata Eka.

Selain memperkuat pembiayaan syariah, Pegadaian juga menyiapkan program Umrah Akbar yang rencananya memberangkatkan sekitar 400 jemaah pada awal Oktober 2026.

Program tersebut akan melibatkan peserta dari sejumlah daerah di Indonesia. Titik keberangkatan di antaranya Jakarta, Surabaya, Makassar, Kalimantan, dan Palembang.

“Kami sedang ada namanya Umrah Akbar. Kami akan menggerakkan 400 jemaah untuk umrah yang insyaallah akan dilakukan pada awal Oktober,” tutur Eka.

Program tersebut menjadi salah satu upaya Pegadaian untuk memperluas pemanfaatan produk dan layanan syariah sekaligus memberikan akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, keterlibatan Pegadaian dalam EKSiS 2026 menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat literasi keuangan syariah. Melalui kegiatan edukasi dan interaksi langsung dengan masyarakat, Pegadaian berharap pemahaman terhadap produk keuangan syariah semakin luas.

Eka mengatakan kegiatan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut juga menjadi agenda edukasi yang dilakukan Pegadaian di berbagai kota.

“Pegadaian menjadi bagian dalam kegiatan ini. Kami turut berpartisipasi untuk memberikan edukasi terkait Pegadaian Syariah. Kegiatan seperti ini memang rutin kami lakukan di berbagai kota bersama OJK,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza