hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Energi  

Harga Minyak Mentah Indonesia Naik ke Level US $89,43 Per Barel

esdm
Ilustrasi: Kantor Kementerian ESDM

PeluangNews, Yogyakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) pada Agustus 2026 rata-rata naik ke level US $89,43 per barel.

“Kenaikan ini akibat dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh tingginya risiko geopolitik serta potensi gangguan pasokan di jalur-jalur krusial,” kata Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman dalam keterangan resminya, Jumat (11/9/2026).

Pemerintah menetapkan rata-rata ICP Agustus 2026 sebesar US $89,43 per barel melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 352.K/MG.03/MEM.M/2026.

Laode menjelaskan, angka ini naik US $7,75 per barel dibandingkan ICP Juli 2026 yang berada di level US $81,68 per barel.

Kenaikan harga minyak dunia sepanjang Agustus 2026 turut mendorong ICP ke level US $89,43 per barel.

Pergerakan itu, katanya, terjadi di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di jalur distribusi minyak internasional.

Menurut Laode, pemerintah kini memantau perkembangan pasar menjelang realisasi harga September, dengan fokus pada ketahanan energi nasional dan akuntabilitas pengelolaan ICP.

“Berbagai ketegangan di kawasan Selat Hormuz dan Laut Merah, termasuk serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas kilang, telah memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran pasokan minyak dunia,” ucap Laode, memaparkan.

Dikatakan pula, bahwa pemerintah menyebut kenaikan ICP berlangsung sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional selama Agustus 2026.

Selain kekhawatiran terhadap gangguan jalur maritim, pengetatan sanksi politik-ekonomi dan kebuntuan diplomasi internasional disebut turut membatasi peluang penurunan harga minyak dunia.

Kenaikan harga minyak mentah pada Agustus 2026 dibandingkan Juli 2026 tercatat sebagai berikut, yakni ICP Indonesia dari US $81,68 menjadi US $89,43 per barel, naik US $7,75.

Selanjutnya, harga Brent (ICE) dari US $83,97 menjadi US $88,08 per barel, naik US $4,10, harga WTI (Nymex) dari US $79,22 menjadi US $82,45 per barel, naik US $3,23.

Lainnya, Dated Brent dari US $83,41 menjadi US $90,84 per barel, naik US $7,43.

Memasuki September 2026, ICP diproyeksikan tetap berada pada level tinggi, yakni di kisaran US $83-87 per barel.

Proyeksi tersebut dikaitkan dengan kendala pasokan di Selat Hormuz serta perkiraan penurunan cadangan minyak di AS.

Laode mengemukakan, pemerintah menyatakan akan terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Disebutkan juga formula ICP tetap transparan dan mencerminkan dinamika pasar internasional agar akuntabel bagi keuangan negara serta industri hulu migas.

Laode menambahkan, dengan tekanan pasar global yang masih menjadi perhatian, perkembangan ICP September akan mengikuti perubahan kondisi pasokan dan pasar internasional.

“Pemantauan harga dan penggunaan formula ICP menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan energi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan negara dan industri hulu migas,” pungkasnya. []

pasang iklan di sini
lpdb.go.id