
PeluangNews, Jakarta – Berawal dari hobi mengisi waktu luang, usaha kerajinan rajut milik Nur Komariah kini berkembang menjadi UMKM yang produknya menembus pasar internasional. Melalui merek Craftivity Kita by Craftivity, produk rajut buatannya telah dikirim melalui perorangan ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Prancis, Jepang, Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Perjalanan bisnis tersebut semakin berkembang setelah Nur bergabung dalam program pembinaan UMKM yang dijalankan oleh United Tractors (UT) sejak dua tahun terakhir. Melalui program tersebut, ia mendapatkan pendampingan usaha, pelatihan, dukungan pemasaran, hingga bantuan permodalan yang membantu memperluas kapasitas bisnisnya.
“Awalnya saya hanya mencari hobi. Saya belajar merajut dari YouTube dan buku-buku sejak tahun 2009. Lama-kelamaan teman-teman mulai memesan produk custom dan dari situ saya melihat peluang usaha,” ujar Nur Komariah, saat berbincang dengan PeluangNews di acara Bursa Wirausaha Unggulan, di gedung Smesco, Jakarta, Rabu (10/6/2026) .
Nur mengaku tidak pernah membayangkan bahwa keterampilan merajut yang awalnya dilakukan untuk mengisi waktu luang dapat berkembang menjadi usaha yang menghasilkan.
Produk yang dibuatnya kini beragam, mulai dari aksesori, gantungan kunci, hingga boneka rajut yang dipasarkan ke berbagai daerah dan negara melalui sistem pesanan khusus.
Selain mengembangkan usaha, Nur juga memanfaatkan bisnisnya untuk memberdayakan perempuan di lingkungan sekitar. Saat ini ia bekerja sama dengan sekitar 13 pengrajin, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga dan perempuan yang ingin memperoleh tambahan penghasilan dari keterampilan merajut.
“Saya mengajari mereka merajut dan menyediakan bahan bakunya. Ada yang sudah bersama saya sampai lima tahun. Jadi mereka bisa mendapatkan penghasilan dari keterampilan yang dimiliki,” katanya.
Model bisnis tersebut dinilai tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan perempuan berbasis komunitas. Melalui keterampilan yang relatif mudah dipelajari, para pengrajin dapat bekerja dari rumah sambil tetap menjalankan peran domestiknya.
Nur mengatakan program pembinaan dari United Tractors memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usahanya. Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan yang membantu UMKM naik kelas.
“Kami mendapatkan pendampingan usaha, bantuan pemasaran, pelatihan, sampai dukungan permodalan. Semuanya diberikan tanpa biaya. Menurut saya program ini sangat suportif untuk UMKM,” ungkapnya.
Saat ini, usaha Craftivity Kita mampu memproduksi sekitar 10.000 produk rajut per bulan. Kapasitas tersebut didukung jaringan pengrajin yang terus berkembang seiring meningkatnya permintaan pasar.
Ke depan, Nur berharap usahanya dapat terus tumbuh sekaligus memberikan manfaat bagi lebih banyak perempuan. Ia juga berharap program pembinaan UMKM seperti yang dijalankan United Tractors dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
“Saya berharap United Tractors bisa membina lebih banyak UMKM lagi karena manfaatnya sangat besar bagi perkembangan usaha kami,” tuturnya.
Kisah Nur menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pelaku usaha dan program pembinaan korporasi mampu mendorong UMKM lokal naik kelas. Dari sekadar hobi merajut, kini produknya tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga berhasil menembus pasar mancanegara sambil memberdayakan perempuan di sekitarnya.








