
PeluangNews, Jakarta – Ajang nonton bareng (nobar) final Piala Dunia tak hanya menjadi pesta sepak bola, tetapi juga menjadi momentum menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kadin DKI Jakarta memanfaatkan perhelatan tersebut untuk memperluas pasar bagi ratusan UMKM binaan dengan menargetkan perputaran uang sedikitnya Rp100 juta dalam sehari.
Sebanyak 125 UMKM binaan Kadin DKI Jakarta dilibatkan dalam bazar yang digelar bersamaan dengan acara nobar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/7/2026). Ribuan pengunjung diperkirakan memadati lokasi, sehingga membuka peluang besar bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengatakan pihaknya bangga karena kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi UMKM.

“Siapa pun yang menang, entah Argentina atau Spanyol, yang menang sesungguhnya adalah teman-teman UMKM di bawah binaan Kadin DKI Jakarta. Ada 125 UMKM yang hadir di sini. Inilah fungsi utama Kadin, menggerakkan ekonomi secara langsung melalui UMKM,” ujar Anindya, saat ditemui PeluangNews di lokasi acara.
Ia menjelaskan, Kadin Indonesia yang menaungi 38 provinsi bersama asosiasi anggotanya terus mendorong pemberdayaan dunia usaha, mulai dari perusahaan besar hingga koperasi dan UMKM.
Menurutnya, momentum Piala Dunia yang hanya berlangsung empat tahun sekali menjadi kesempatan strategis untuk memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.
Anindya memperkirakan sekitar 5.000 orang akan menghadiri acara tersebut. Tingginya jumlah pengunjung diyakini akan memberikan dampak positif terhadap transaksi para pelaku UMKM yang membuka stan di lokasi.
“Saya bangga melihat semangat Kadin DKI Jakarta. Setiap ada kesempatan langsung mengajak UMKM ikut bergerak. Inilah yang saya sukai, bagaimana kegiatan seperti ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara nyata,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi menjelaskan bahwa seluruh UMKM yang dilibatkan merupakan pelaku usaha binaan yang telah melalui proses kurasi agar produk yang ditawarkan memiliki kualitas dan daya saing.
“Kami memiliki banyak UMKM binaan, tetapi yang dilibatkan hari ini adalah mereka yang telah melalui proses kurasi. Kami ingin memastikan produk yang dijual berkualitas, tampil menarik, dan memiliki harga yang rasional sehingga menjadi daya tarik bagi para pengunjung,” papar Diana.
Menurutnya, antusiasme masyarakat sejak pagi menunjukkan respons yang sangat positif. Bahkan, sejumlah pelaku UMKM mengaku stok produk mereka hampir habis sebelum acara utama dimulai.
“Tadi ada yang saya tanya, tinggal sekitar 50 paket. Bahkan Pak Ketum berencana membeli 200 paket. Artinya, teman-teman UMKM hari ini kemungkinan besar tidak akan membawa pulang dagangannya karena hampir semuanya akan habis terjual,” tambahnya.
Diana optimistis penyelenggaraan bazar UMKM bersamaan dengan nobar final Piala Dunia mampu mencatatkan perputaran ekonomi yang signifikan.
“Kami meyakini perputaran uang hari ini tidak kurang dari Rp100 juta, bahkan mudah-mudahan bisa lebih besar lagi,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, Kadin berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas sebagai strategi memperkuat ekosistem UMKM sekaligus meningkatkan konsumsi masyarakat.
Momentum olahraga berskala internasional pun dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi lokal dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk UMKM Indonesia.








