
PeluangNews, Jakarta – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp655 miliar, tumbuh 1,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp644 miliar.
Pada periode yang sama, penyaluran pembiayaan bank tersebut meningkat 9% secara Year on Year (YoY) menjadi Rp11 triliun, sementara total aset tumbuh 8% YoY menjadi Rp23 triliun, dengan rasio keuangan yang tetap solid.
Sejalan dengan itu, penyaluran pembiayaan BTPN Syariah tumbuh 9% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp11 triliun, sementara total aset meningkat 8% YoY menjadi Rp23 triliun. Kinerja tersebut turut didukung rasio keuangan yang tetap solid, dengan Return on Asset (RoA) sebesar 7,2% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 58,7%.
Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad mengatakan dalam memasuki usianya yang ke-12 tahun, BTPN Syariah terus memperkuat fondasi bisnis melalui kualitas pembiayaan yang sehat sekaligus memperluas sumber pertumbuhan.
“Selain fokus mendampingi segmen ultra mikro, kami juga mengembangkan pembiayaan non komunitas, seperti pinjaman individu dan pembiayaan kepada lembaga non-keuangan, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat bisnis yang berkelanjutan.
Bank tersebut juga akan terus mendorong pertumbuhan yang lebih beragam melalui pengembangan berbagai inisiatif baru bagi nasabah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas dampak bagi masyarakat sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan,” ujarnya melalui siaran pers yang dirilis pekan ini.
Bagi BTPN Syariah, lanjutnya, kualitas pembiayaan tidak hanya mencerminkan kesehatan bisnis Bank, tetapi juga menjadi indikator meningkatnya kapasitas dan daya tahan nasabah dalam mengelola usaha. Selama 12 tahun terakhir, Bank tersebut telah memberikan akses keuangan sekaligus pendampingan kepada segmen ultra mikro untuk mengembangkan usaha dan menciptakan kehidupan yang lebih berarti bagi keluarga mereka.
Pendampingan tersebut berfokus pada penguatan empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS). Melalui pendekatan ini, BTPN Syariah berupaya membangun karakter nasabah agar lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat.





