hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
UMKM  

United Tractors Bina 199 UMKM di 11 Provinsi, Fokus Cetak Usaha Mandiri

Tim CSR PT United Tractors, Rizky Aditya Nugroho. Foto: Ratih/peluangnews
Tim CSR PT United Tractors, Rizky Aditya Nugroho. Foto: Ratih/peluangnews

PeluangNews, Jakarta – Di tengah tantangan yang dihadapi pelaku usaha kecil dalam mengembangkan bisnis, PT United Tractors Tbk (UT) memilih tidak hanya membantu UMKM menjual produk, tetapi juga membangun mentalitas dan kapasitas pelaku usahanya.

Hingga saat ini, perusahaan telah membina 199 UMKM yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Melalui kolaborasi dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), United Tractors terus memperkuat program pembinaan yang mencakup pelatihan, pendampingan, fasilitasi legalitas usaha hingga akselerasi pasar bagi para pelaku UMKM.

Tim CSR PT United Tractors, Rizky Aditya Nugroho, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya dalam aspek pemberdayaan ekonomi.

“Kegiatan hari ini merupakan kolaborasi United Tractors dengan Kementerian UMKM untuk melakukan pembinaan terhadap sejumlah UMKM di Indonesia. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan YSN dan Bapak Biasa untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM,” ujar Rizky, saat berbincang dengan PeluangNews di acara Bursa Wirausaha Unggulan di Smesco, Jakarta (10/6/2026).

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan produk UMKM. United Tractors juga berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan membangun mentalitas kewirausahaan yang kuat.

“Kami tidak hanya memikirkan bagaimana produk UMKM bisa terjual. Yang selalu kami terapkan dalam pembinaan adalah bagaimana mentalitas dan kapasitas pelaku UMKM juga meningkat sehingga mereka bisa berkembang secara mandiri,” katanya.

Rizky menjelaskan, salah satu sektor yang mendapatkan pembinaan adalah UMKM bidang kerajinan. Dalam prosesnya, para pelaku usaha mendapatkan pelatihan, pendampingan, fasilitasi legalitas usaha, hingga dukungan untuk memperluas akses pasar.

Saat ini, program pembinaan UMKM UT telah menjangkau sekitar 11 provinsi dengan total 199 UMKM binaan. Meski jumlahnya tidak terlalu besar, perusahaan lebih mengutamakan kualitas pembinaan dibanding kuantitas peserta.

“Kami memang tidak mengejar jumlah yang banyak. Dari 199 UMKM yang dibina, kami memastikan semuanya memperoleh peningkatan kapasitas yang terukur. Kami menilai keberhasilannya dari tingkat kemandirian dan perkembangan usaha mereka,” jelasnya.

Untuk mendukung program tersebut, UT juga memiliki Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) yang menjadi pusat pembinaan UMKM. Saat ini LPB berada di dua lokasi, yakni di Cakung, Jakarta Timur, dan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Ke depan, UT berkomitmen memperluas kolaborasi dengan Kementerian UMKM sebagai salah satu mitra strategis dalam pengembangan kewirausahaan nasional. Perusahaan juga membuka peluang bagi UMKM baru untuk bergabung dalam program pembinaan yang diselenggarakan melalui LPB.

“Kami berharap dari kegiatan seperti ini akan muncul calon-calon UMKM binaan baru, khususnya dari Jakarta. Namun program ini juga terbuka bagi UMKM dari daerah lain yang ingin berkembang bersama kami,” ujar Rizky.

Ia menambahkan, setiap UMKM yang ingin mengikuti program pembinaan harus melalui proses asesmen terlebih dahulu untuk memastikan kebutuhan dan kesiapan usaha yang akan didampingi.

“Prosesnya memang cukup panjang karena kami melakukan asesmen terlebih dahulu. Tujuannya agar pembinaan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan UMKM dan menghasilkan dampak yang berkelanjutan,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza