hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Merah Putih Berkibar di Garis Terdepan Temajuk

Merah Putih Berkibar di Garis Terdepan Temajuk
Merah Putih Berkibar di Garis Terdepan Temajuk/dok.humas

PeluangNews, Temajuk –  Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan di pusat-pusat kota. Di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, semangat Merah Putih justru terasa kuat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah sekaligus Tenaga Ahli Kementerian UMKM, Ajie Kurniawan, menggelar Ekspedisi Batas Negeri di Temajuk, Kalimantan Barat, Jumat (29/8/2026).

Kegiatan tersebut dirangkai dengan sejumlah agenda sosial dan kebangsaan, di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, khitanan massal, pembagian sembako, serta pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 181 meter.

Pembentangan bendera raksasa itu menjadi simbol semangat nasionalisme sekaligus penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan tersebut membawa pesan bahwa semangat kebangsaan harus hadir hingga wilayah terdepan Indonesia.

“Kalau biasanya Temajuk disebut sebagai ekornya Kalimantan, saya justru menyebut Temajuk sebagai muka Indonesia. Dari sinilah wajah Indonesia terlihat di hadapan negara tetangga. Ini bagian dari Indonesia yang harus kita jaga, rawat, dan banggakan,” kata Ajie dalam keterangan persnua, Minggu (30/8/2026).

Dorong UMKM Perbatasan Naik Kelas

Ekspedisi Batas Negeri tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial. Penguatan ekonomi masyarakat perbatasan turut menjadi perhatian melalui sosialisasi legalitas usaha bagi pelaku UMKM.

Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai fondasi untuk mengembangkan bisnis, membuka akses pembiayaan, memperluas pasar, hingga meningkatkan daya saing produk lokal.

Menurut Ajie, posisi Temajuk yang berada di kawasan wisata sekaligus perbatasan memiliki potensi ekonomi yang besar. Karena itu, pelaku UMKM setempat perlu mendapatkan dukungan agar mampu mengoptimalkan peluang tersebut.

Baca Juga:Di HUT RI ke-78, PLN Hadirkan Listrik 24 Jam di Desa Perbatasan RI-Malaysia

“UMKM di wilayah perbatasan tidak boleh merasa jauh dari perhatian pemerintah. Justru UMKM di daerah seperti Temajuk memiliki potensi besar karena berada di wilayah wisata, strategis, dan berbatasan langsung dengan negara lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, legalitas usaha merupakan langkah awal agar potensi UMKM di perbatasan dapat berkembang lebih besar dan berkelanjutan.

Menjaga Laut, Menjaga Masa Depan

Rangkaian Ekspedisi Batas Negeri juga diisi dengan kegiatan pelepasan anak penyu atau tukik di kawasan Tanjung Api, Desa Temajuk.

Kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir dan laut. Penyu merupakan bagian penting dari ekosistem laut yang keberadaannya perlu dijaga bersama.

“Pelepasan tukik ini bukan sekadar kegiatan simbolis. Pesannya adalah menjaga Indonesia bukan hanya menjaga batas wilayah, tetapi juga menjaga laut, pantai, hutan, dan seluruh ekosistem di dalamnya,” kata Ajie.

Ia menegaskan, pelestarian lingkungan merupakan bagian dari upaya menjaga masa depan Indonesia. Ketika alam dirawat sejak sekarang, generasi mendatang akan mewarisi lingkungan yang lebih baik.

Melalui Ekspedisi Batas Negeri, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Semangat tersebut diwujudkan melalui kepedulian sosial, penguatan ekonomi masyarakat, serta komitmen menjaga lingkungan.

Temajuk menjadi salah satu gambaran bahwa Indonesia hadir hingga wilayah perbatasan. Di ujung geografis negeri, Merah Putih tetap berkibar dan menjadi simbol kebanggaan.

“Dari Temajuk kita ingin menyampaikan pesan sederhana: Indonesia tidak pernah berada di ujung. Indonesia justru berdiri tegak di garis terdepan,” pungkas Ajie. (Aji)

pasang iklan di sini
lpdb.go.id