hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Perkuat Konservasi Penyu di Blitar, PLN NP Tambah Fasilitas Inkubasi dan Edukasi

PLN Nusantara Power UP Brantas mendukung upaya konservasi penyu  yang dilakukan oleh Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari. Foto: Humas
PLN Nusantara Power UP Brantas mendukung upaya konservasi penyu yang dilakukan oleh Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari. Foto: Humas

PeluangNews, Blitar – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkuat komitmennya dalam pelestarian keanekaragaman hayati melalui pengembangan kawasan Konservasi Penyu Segoro Lestari di Pantai Serang, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan penyelamatan telur penyu sekaligus memperluas edukasi konservasi kepada masyarakat.

Melalui PLN NP Unit Pembangkitan (UP) Brantas, perusahaan menyerahkan secara simbolis sejumlah sarana pendukung konservasi kepada Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari pada Senin (22/6). Bantuan tersebut meliputi peremajaan area konservasi, pembangunan bak inkubasi telur penyu baru, serta perangkat audio untuk menunjang kegiatan edukasi dan kunjungan wisata konservasi.

Penambahan bak inkubasi dilakukan sebagai respons atas meningkatnya jumlah telur penyu yang berhasil diamankan selama musim bertelur. Fasilitas baru ini diharapkan mampu menambah kapasitas penyimpanan telur sekaligus meningkatkan tingkat keberhasilan penetasan sebelum tukik dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan pelestarian penyu merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

“Konservasi penyu bukan hanya tentang menjaga keberlangsungan satu spesies yang dilindungi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem laut yang menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir. PLN Nusantara Power percaya bahwa keberlanjutan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat,” ujar Ruly.

Menurutnya, perusahaan akan terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas lokal, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan agar upaya pelestarian dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Program konservasi di Pantai Serang sendiri telah berjalan sejak Agustus 2024 melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Selama pelaksanaannya, PLN NP telah membangun berbagai fasilitas penunjang, seperti pagar kawasan konservasi, bak inkubasi telur penyu, kolam karantina tukik, tribun edukasi, rumah singgah, hingga penyediaan sarana edukasi berupa proyektor, speaker, telepon genggam, dan kaos edukasi. Perusahaan juga memberikan pelatihan ecobatik sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Spesialis Kinerja Business Support PLN NP UP Brantas, Pitanggono Murti, mengatakan dukungan terhadap konservasi penyu akan terus dilakukan karena pelestarian satwa dilindungi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Persentase keberhasilan konservasi memang terus meningkat, namun upaya pelestarian harus terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keberadaan penyu. Kegiatan ini bukan hanya tentang pelestarian satwa, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Ketua Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari, Sardi, mengapresiasi dukungan yang diberikan PLN NP, terutama karena bantuan tersebut datang bertepatan dengan musim penyu bertelur.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan kepada kelompok konservasi. Bantuan ini sangat membantu kami dalam menghadapi musim penyu bertelur yang saat ini sedang berlangsung,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Humas dan Publikasi Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari, Impron Rosadi. Ia menilai bantuan perangkat audio akan meningkatkan kualitas kegiatan edukasi yang selama ini menjadi salah satu fokus utama konservasi.

“Setiap tahun kami menerima kunjungan pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga wisatawan yang ingin belajar tentang konservasi penyu. Perangkat audio ini akan sangat membantu penyampaian materi sehingga informasi yang diberikan dapat diterima lebih baik,” tuturnya.

Sebagai bagian dari rangkaian edukasi lingkungan, pada 28 Agustus 2025 PLN NP UP Brantas bersama Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari juga menggelar kegiatan pelepasan tukik di Pantai Serang yang diawali dengan sesi edukasi bertajuk Turtle Talk. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dan melindungi satwa langka.

Komitmen PLN Nusantara Power terhadap konservasi penyu tidak hanya dilakukan di Blitar. Sejak 2016, perusahaan melalui UP Pacitan juga secara konsisten mendukung pelestarian penyu di Pantai Taman, Pantai Kili-Kili, dan Pantai Pancer melalui kolaborasi bersama berbagai kelompok konservasi dan komunitas lokal.

Melalui berbagai program tersebut, PLN Nusantara Power berharap sinergi antara perusahaan, masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat untuk menjaga keberlangsungan populasi penyu sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

pasang iklan di sini
octa vaganza