hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Wisata  

Investasi Pariwisata Belitung, KEK Tanjung Kelayang Jadi Andalan

KEK Tanjung Kelayang
KEK Tanjung Kelayang

PeluangNews, Jakarta-Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendorong percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang sebagai destinasi wisata kelas dunia. Salah satu fokus utama yang didorong pemerintah adalah penguatan konektivitas internasional untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Belitung.

Saat meninjau kawasan KEK Tanjung Kelayang, Minggu (5/7/2026), Widiyanti menegaskan kawasan tersebut memiliki peran strategis dalam pengembangan pariwisata nasional karena mampu mengintegrasikan investasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.

KEK ini bukan hanya pintu masuk investasi, tetapi juga etalase pariwisata Belitung yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan, pelestarian budaya, wisata bahari, geowisata, kuliner, serta penguatan UMKM lokal,” kata Widiyanti.

Menurutnya, konektivitas menjadi faktor kunci agar Belitung mampu bersaing sebagai destinasi wisata internasional. Kehadiran penerbangan langsung Scoot yang menghubungkan Singapura dengan Belitung dinilai menjadi momentum penting untuk memperluas akses wisatawan mancanegara.

Konektivitas langsung ini tidak hanya membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, tetapi juga memperkuat posisi Belitung sebagai salah satu destinasi prioritas nasional yang memiliki keunggulan pada wisata bahari, geowisata, budaya, gastronomi, serta desa wisata berbasis masyarakat,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pariwisata juga menggelar pertemuan dengan pengelola KEK Tanjung Kelayang, PT Belitung Pantai Intan, serta pemerintah daerah untuk mengevaluasi sekaligus menyinkronkan program lintas sektor dalam pengembangan pariwisata Belitung.

Sementara itu, Direktur PT Belitung Pantai Intan Daniel Alexander Napitupulu mengatakan, KEK Tanjung Kelayang atau Tanjung Kelayang Reserve terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata premium berbasis konservasi dan pembangunan rendah emisi karbon (low carbon footprint development).

Menurut Daniel, sejumlah investasi baru terus masuk ke kawasan seluas 324,4 hektare tersebut. Salah satunya adalah pembangunan resor berkonsep low density yang memanfaatkan material dari dalam kawasan, serta pengembangan destinasi wisata minat khusus.

Kami memperkenalkan destinasi ini dengan menawarkan aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan di dalamnya,” kata Daniel.

Pengelola juga menambah berbagai fasilitas wisata, mulai dari lapangan pickleball, rencana pembangunan lapangan tenis dan padel, hingga wellness center yang akan dibangun di kawasan desa. Di sektor wisata bahari, investor turut menghadirkan kapal wisata untuk mendukung berbagai aktivitas, seperti sunset cruise dan makan malam di atas kapal.

Selain mengedepankan investasi, pengelolaan kawasan tetap mengutamakan aspek konservasi. Daniel menjelaskan sekitar 50 persen dari total area KEK dialokasikan sebagai kawasan konservasi yang dikelola bersama resident biologist.

Kawasan tersebut menjadi habitat berbagai satwa, seperti trenggiling, tarsius, kancil, capung endemik, hingga elang laut. Sementara dari sisi flora, kawasan ini menjadi habitat pohon pelepah (Hopea bilitonensis), anggrek hantu (ghost orchid), serta jamur pelawan yang menjadi kekayaan hayati khas Belitung.

Daniel menambahkan, seluruh kebutuhan air di kawasan dipenuhi melalui sistem pemanenan air hujan tanpa memanfaatkan air tanah.

Kawasan ini juga tidak menggunakan air tanah dan sepenuhnya mengandalkan air tadah hujan. Ini menjadi langkah antisipatif terhadap risiko penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah berlebihan, seperti yang terjadi di sejumlah kawasan pesisir Pulau Jawa,” ujarnya.

Pemerintah berharap pengembangan KEK Tanjung Kelayang yang mengedepankan investasi berkelanjutan, konektivitas internasional, dan konservasi lingkungan mampu memperkuat posisi Belitung sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia di pasar pariwisata global.

pasang iklan di sini
octa vaganza