hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Edukasi Menabung Sejak Dini, KSP Kopdit Pintu Air Dorong Kesadaran Finansial Anak

PeluangNews, SIKKA — Edukasi keuangan yang terus digencarkan KSP Kopdit Pintu Air berhasil mendorong kesadaran orang tua dan anak untuk menjadi anggota.

Hal ini dibuktikan oleh aksi menginspirasi dari Cristabela Qirana Dgrasa, bocah berusia 6 tahun asal Desa Tumbik Dayak, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Berawal dari niat menabung untuk masa depan pendidikannya, Cristabela rela membongkar celengan pribadinya demi mendaftarkan diri sebagai anggota baru KSP Kopdit Pintu Air KCP Berau, Kantor Cabang Sangatta.

Momen ini menjadi bukti nyata suksesnya pendekatan Kopdit Pintu Air KCP Berau dalam membangun budaya literasi keuangan sejak usia dini di lingkungan keluarga.

Sang ibu, Susana Gaudensia Femitansa, yang telah lebih dulu menjadi anggota KSP Kopdit Pintu Air selama sembilan bulan, menceritakan bahwa keputusan mendaftarkan putrinya murni bersumber dari hasil jerih payah Cristabela menyisihkan uang saku harian.

“Secara pendidikan, kami ingin mengajarkan anak untuk belajar hemat dengan menyisihkan uang saku. Ini juga mengajarkan dia agar tidak boros dan menghargai nilai uang, sekaligus dipersiapkan sebagai tabungan masa depan pendidikannya,” ungkap Susana saat ditemui petugas Account Officer (AO) Kopdit Pintu Air.

Saat ditanya alasannya mantap membongkar celengan, Cristabela dengan polos menjawab bahwa uang yang ia sisihkan tersebut memang diniatkan untuk persiapan biaya sekolahnya kelak.

“Ini untuk sekolah,” ujar Cristabela singkat.

Inisiatif keluarga asal Kalimantan Timur ini mendapat apresiasi hangat dari Ketua KSP. Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano.

Yakobus Jano, menilai peristiwa di KCP Berau ini sebagai pemicu motivasi bagi seluruh masyarakat dan anggota keluarga Pintu Air di Indonesia.

​”Peristiwa seorang anak kecil umur 6 tahun yang diberi motivasi oleh orang tuanya untuk menabung dari celengan ini sangat luar biasa. Ketika bertemu dengan AO KSP Kopdit Pintu Air Cabang Sangatta dan dijelaskan tentang budaya menabung, anak ini merespons melalui mamanya lalu membongkar tabungannya untuk mendaftar di KCP Berau. Ini langkah konkret yang patut dicontoh,” ujar Yakobus Jano.

menegaskan bahwa sejak awal berdiri, KSP Kopdit Pintu Air selalu konsisten mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan menabung tanpa harus menunggu memiliki uang besar.

​”Pengalaman keseharian masyarakat kita di NTT khususnya, dan Indonesia pada umumnya, menabung sering tersendat karena menganggap menabung harus dengan uang banyak. Padahal lembaga ini mengajak menabung dari uang recehan, cukup Rp2.000 sehari. Proses ini tentu akan dirasakan manfaatnya oleh keluarga. Ini menjadi motivasi kita bersama untuk mengajak masyarakat menanam atau menabung terlebih dahulu sebelum menggunakan dananya,” jelas Yakobus.

​Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Komite KSP Kopdit Pintu Air Cabang Sangatta, Yulius Nong Plea, turut menambahkan bahwa pendampingan karakter anak dalam hal finansial adalah kunci integritas di masa depan.

​”Ini merupakan suatu model pendidikan yang patut dicontoh untuk anak dan orang tua di Indonesia, karena memberikan pendidikan yang benar ke anak adalah tanggung jawab utama orang tua yang tidak bisa ditawar lagi. Salah mendidik, hasilnya menyesal di akhir,” tegas Yulius.

​Yulius menambahkan, hikmah utama yang bisa diambil dari kisah Cristabela adalah kolaborasi semangat antara orang tua dan anak, kedisiplinan dari hal-hal kecil, kesabaran, serta keberanian memiliki mimpi besar di masa depan.

“Hikmah yang harus kita ambil, pertama adalah semangat dari anak dan orang tua, disiplin dari hal kecil, sabar, serta mimpi yang besar di masa depan. Intinya, pendidikan karakter anak itu sangat penting untuk membentuk integritas anak yang baik di masa depan,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza