Kemenko Perekonomian Terus Gaungkan Semangat Visi Indonesia Emas 2045

Kemenko Perekonomian Terus Gaungkan Semangat Visi Indonesia Emas 2045/Dok. Ist

Peluang news, Jakarta – Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045 untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan pendapatan per kapita minimal USD30.300.

Salah satu komitmen ini ditunjukkan dengan menjadi anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mengaku akan terus menggaungkan Visi Indonesia Emas 2045 tersebut.

Sebagai focal point dalam proses aksesi atau keanggotaan Indonesia dalam OECD, Kemenko Perekonomian akan terus berupaya untuk memonitor perkembangan proses aksesi itu

Adapun diskusi aksesi bagi Indonesia sendiri sebelumnya telah dibuka oleh OECD pada Selasa, 20 Februari 2024 lalu.

Kemudian, dalam rangka meningkatkan awareness seluruh komponen pemangku kepentingan, Kemenko Perekonomian telah menyelenggarakan rangkaian Kuliah Tamu di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada Kamis (22/2/2024) kemarin.

Dalam kegiatan ini, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral, Ferry Ardiyanto menyampaikan, kegiatan ini merupakan hal yang istimewa karena merupakan penyelenggaraan pertama pasca OECD menyatakan secara resmi membuka diskusi aksesi Indonesia.

Oleh karena itu, ia mengajak agar perguruan tinggi lainnya dapat turut berkontribusi dalam proses aksesi tersebut.

“Proses aksesi Indonesia untuk menjadi angota OECD merupakan salah satu strategi Pemerintah Republik Indonesia mencapai Visi Indonesia Emas 2045, yang membutuhkan peran dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia akademik,” ujar Ferry dalam keterangannya, Jumat (23/2/2024).

Senada dengan Ferry, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNS, Ismi Dwi Astuti Nurhaeni juga mengajak agar para civitas academica UNS dapat turut berpartisipasi secara aktif dan menyampaikan gagasan-gagasan baru dalam rangka kemajuan kerja sama ekonomi internasional, terutama mengenai proses aksesi OECD yang dilakukan Pemerintah Indonesia.

Selain itu, program kuliah tamu tersebut juga menghadirkan narsumber, yakni Analis Kebijakan Keasdepan Kerja Sama Ekonomi Multilateral, Adi Purwanto Nur Atmojo dan Kepala Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNS, Ign. Agung Satyawan.

Dalam sesi tersebut, kedua narasumber menyampaikan materi seputar perkembangan proses aksesi OECD Indonesia, termasuk mengenai rangkaian proses yang sudah dan harus dilalui Indonesia hingga manfaat yang dapat diperoleh Indonesia dari keanggotaan penuh di OECD.

Menurut kedua narasumber, bergabungnya Indonesia pada OECD merupakan salah satu jalan yang harus dioptimalkan untuk melakukan transformasi struktural menuju Indonesia Emas 2045.

withdraw deposit tanpa ribet gak pake lama
download aplikasi android peluang news
iklan investasi berjangka octa.co.id