
PeluangNews, Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menilai Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tidak pantas bicara sembarangan terkait beban utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh hingga 80 tahun ke depan.
Penegasan Purbaya seakan melempar beban tanggung jawab atau mewariskan utang Whoosh ke generasi mendatang tanpa merasa bersalah.
“Dari segi etika kepantasan, sebaiknya pejabat resmi tidak bicara sembarangan seakan melempar beban tanggung jawab ke generasi mendatang tanpa rasa bersalah,” cuit Jimly di akun media sosial X dikutip Kamis (10/9/2026).
Jimly yang juga mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu, dalam cuitannya menyertakan potongan video pernyataan Purbaya.
Cuitan Jimly dibanjiri komentar netizen. Ada yang membela Purbaya, ada juga yang sepakat dengan pernyataan Jimly.
“Itu mah bagian dari obrolan yang gk serius … gk usah diambil hati …. Itu mah hanya sekadar bumbu pengakrab dengan masyarakat,” cuit akun Jamal85737***.
“Prof, hari gini mana ada pejabat yg masih pegang etika? Fakta memang benar yg dikatakan Menkeu, itu akibat pejabat yg dahulu tidak punya etika dan ugal-ugalan,” cuit akun SiJak.
Sebagaimana diberitakan, Menkeu Purbaya merestrukturisasi utang proyek KCJB atau Whoosh menggunakan skema cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun dengan tenor hingga 80 tahun.
Dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (8/9/2026), Purbaya mengatakan, beban dari skema restrukturisasi tersebut relatif lebih ringan dari perkiraan sehingga masih dapat ditangani oleh Kementerian Keuangan.
Dia mengutarakan akan melibatkan perusahaan special vehicle mission (SMV) atau Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenkeu untuk mengelola utang KCJB di bawah pemerintah.
Sejauh ini Purbaya mempertimbangkan Indonesia Investment Authority (INA) serta PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk menjalankan mandat tersebut.
Tetapi mengingat beban cicilan yang relatif lebih ringan, ia membuka peluang menunjuk hanya satu SMV untuk mengelola utang Whoosh.
“Saya cuma lihat bebannya setiap tahun seperti apa. Kalau segini saja cukuplah ditangani oleh satu SMV di bawah Kementerian Keuangan,” kata dia.
Proses peralihan tanggung jawab pengelolaan utang proyek KCJB dari Danantara ke Kemenkeu direncanakan pada 15 September 2026.
Usai dialihkan ke pemerintah, Menkeu Purbaya berencana mengembangkan proyek Whoosh ke wilayah lainnya. Dia menargetkan jalur Whoosh dapat diperpanjang hingga ke Jawa Timur. []








