hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Jepang Masih Butuh SDM Indonesia, Kemnaker Perkuat Pelatihan Vokasi

Peluang kerja di Jepang masih terbuka untuk Indonesia.
Peluang kerja di Jepang masih terbuka untuk Indonesia.

PeluangNews, Jakarta – Pemerintah terus membuka jalan bagi tenaga kerja Indonesia untuk menembus pasar kerja global. Salah satunya dengan memetakan langsung kebutuhan industri Jepang agar program pelatihan vokasi dan sertifikasi di dalam negeri selaras dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan di Negeri Sakura.

Langkah tersebut dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor beserta delegasi ke Jepang pada 8–12 Juli 2026.

Selama kunjungan, rombongan berdialog dengan KBRI Tokyo, lembaga pelatihan dan penempatan tenaga kerja, sejumlah perusahaan penerima pekerja Indonesia, serta Sekretariat Asian Productivity Organization (APO).

Wamenaker Afriansyah Noor mengatakan Jepang masih menjadi salah satu negara tujuan yang menawarkan peluang kerja besar bagi tenaga kerja Indonesia, terutama di sektor otomotif, transportasi, konstruksi, pertanian, caregiving, dan berbagai bidang lain yang membutuhkan tenaga kerja terampil.

“Peluang kerja di Jepang harus kita siapkan dengan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Penyiapan SDM tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa, pemahaman budaya kerja, dan kesiapan beradaptasi,” ujar Afriansyah dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026).

Dari hasil pertemuan tersebut, Kemnaker memperoleh gambaran mengenai kebutuhan industri Jepang, kesiapan tenaga kerja Indonesia, hingga aspek perlindungan pekerja yang perlu terus diperkuat.

Menurut Afriansyah, mitra industri di Jepang memberikan penilaian positif terhadap tenaga kerja Indonesia karena dikenal memiliki kemampuan beradaptasi yang baik.

Namun demikian, peningkatan kualitas tetap diperlukan, terutama dalam keterampilan praktik, penguasaan bahasa Jepang, pemahaman istilah teknis, keselamatan kerja, kedisiplinan, serta budaya kerja yang sesuai dengan standar perusahaan Jepang.

Salah satu temuan penting dalam kunjungan itu adalah perlunya model pelatihan yang semakin mendekati kondisi kerja nyata di perusahaan. Pada sektor otomotif, misalnya, perusahaan menekankan pentingnya kemampuan praktik perawatan kendaraan, inspeksi dasar, penerapan keselamatan kerja, hingga menjaga kualitas dan kerapian area kerja.

Selain itu, penguasaan bahasa Jepang dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia. Karena itu, pembekalan tidak hanya difokuskan pada kemampuan komunikasi sehari-hari, tetapi juga penguasaan bahasa teknis yang digunakan di lingkungan industri, termasuk istilah keselamatan kerja dan komunikasi operasional.

Afriansyah menegaskan, masukan langsung dari perusahaan-perusahaan Jepang akan menjadi dasar bagi Kemnaker untuk terus menyempurnakan kurikulum pelatihan vokasi di Indonesia.

“Kita ingin memastikan pelatihan vokasi benar-benar menjawab kebutuhan industri. Masukan langsung dari perusahaan di Jepang menjadi penting untuk memperbaiki kurikulum, meningkatkan kualitas instruktur, dan memperkuat pembelajaran berbasis praktik,” katanya.

Selain aspek kompetensi, kunjungan kerja tersebut juga membahas penguatan perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia di Jepang, mulai dari layanan pendampingan dan pengaduan hingga pembekalan kesiapan mental, kemampuan adaptasi, serta pemahaman budaya kerja Jepang yang menekankan kedisiplinan, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan komunikasi di tempat kerja.

Pertemuan dengan Sekretariat APO turut membuka peluang kerja sama di bidang peningkatan produktivitas, termasuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sertifikasi produktivitas, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar kerja internasional.

Hasil pemetaan kebutuhan industri Jepang tersebut akan menjadi acuan Kemnaker dalam menyelaraskan program pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, hingga penempatan tenaga kerja agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan perkembangan pasar kerja global.

“Hasil kunjungan ini menjadi masukan penting bagi Kemnaker untuk memperkuat penyiapan tenaga kerja Indonesia, mulai dari pelatihan, sertifikasi, penempatan, hingga perlindungan. Harapannya, tenaga kerja Indonesia semakin siap bersaing dan memperoleh peluang kerja yang berkualitas,” tutur Afriansyah.

pasang iklan di sini
octa vaganza