
PeluangNews, SIKKA – Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas menegaskan komitmenya untuk terus menjadi salah satu koperasi penyalur dana KUR dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang dipercaya Kementerian Koperasi.
Dalam momentum Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-42 Tahun Buku 2025, General Manager (GM) Kopdit Obor Mas, Frediyanto Moat Lering, membeberkan berbagai pencapaian besar, mulai dari pelunasan dana pemulihan ekonomi hingga kesiapan koperasi dalam mendukung program strategis nasional.
Frediyanto mengungkapkan bahwa tiga tahun lalu, tepatnya pada tahun 2023, Kopdit Obor Mas dipercaya oleh pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi untuk mengelola dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp200 miliar dengan bunga 3%.
Dana fantastis tersebut telah sukses disalurkan untuk mendongkrak usaha para anggota, khususnya di bidang hortikultura (horti).
Wilayah penyalurannya pun tidak hanya berpusat di Kabupaten Sikka, melainkan menyebar ke wilayah lain seperti Nagekeo, Ende, Alor, hingga Lembata.
“Sekarang dana itu kita cicil sudah lunas. Sehingga pada bulan April lalu, Direktur Bisnis LPDB datang langsung menawarkan lagi kredit baru kepada Obor Mas,” ujar Frediyanto.
Lanjut Frediyanto, negara sendiri mengalokasikan dana sekitar Rp1,3 triliun melalui LPDB untuk pelayanan kredit koperasi simpan pinjam dan sektor riil.
Dari total tersebut, Rp1 triliun dialokasikan untuk sektor riil dan Rp300 miliar untuk simpan pinjam.
Obor Mas secara khusus mendapatkan tawaran pagu hingga Rp200 miliar dari jatah sektor simpan pinjam karena rekam jejak pinjamannya yang dinilai sangat bagus, tertib, dan memberikan dampak produktif yang nyata bagi anggota.
“Jika dana Rp200 miliar gelombang kedua ini cair, manajemen akan langsung mengarahkannya untuk memperkuat usaha anggota di sektor riil,” tuturnya.
Langkah ini diambil guna menciptakan pertumbuhan ekonomi baru sekaligus menekan minusnya neraca perdagangan Provinsi NTT.
Salah satu target utama Obor Mas ke depan adalah menyokong rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi agenda besar pemerintah.
Frediyanto menyayangkan selama ini kebutuhan pangan dasar di NTT masih sangat bergantung pada pasokan luar daerah.
Obor Mas akan mendorong anggotanya masuk ke usaha peternakan ayam petelur dan ayam pedaging agar anak-anak sekolah tidak lagi mengonsumsi ayam beku pasokan dari Surabaya atau Makassar.
“Selama ini anak-anak makan MBG kan ayamnya ayam beku dan diambil dari luar, untuk itu kita akan dorong anggota untuk manfaatkan kesempatan tersebut dan membangun usaha untuk memenuhi pasokan ayam segar,” jelas GM Obor Mas.
Selanjutnya Kopdit Obor Mas juga menggenjot budidaya pepaya California yang permintaannya sangat tinggi untuk program MBG.
Frediyanto mencontohkan wilayah gersang seperti Sikka justru sukses mengembangkan sektor horti berkat kegigihan anggota yang memanfaatkan bantuan dana untuk pengeboran air.
“Kami di Sikka itu gersang, tapi hortinya jalan karena mereka punya semangat dengan ada dana yang kami bantu, mereka bikin air, bor air, lalu mereka bikin usaha horti.” tuturnya.
GM Obor Mas juga menggambarkan semangat serupa yang terlihat di Soe, Kabupaten TTS, di mana cabang Obor Mas di sana tercatat sebagai penyalur KUR terbesar dari 32 cabang yang ada, dengan fokus utama pada sektor pertanian dan horti.
“Jadi, penyalur KUR ini dari 32 cabang, yang paling besar itu ada di Soe itu. Dan itu mereka gunakan untuk usaha-usaha horti, pertanian, juga cukup baguslah. Sehingga memang dana itu kalau diberi lagi, kita mau arahkannya ke situ, membantu anggota untuk meningkatkan usaha-usaha di sektor riil,” jelasnya.
Selain penguatan internal, dalam semangat prinsip koperasi keenam yaitu kerja sama antar-koperasi Kopdit Obor Mas secara resmi menyatakan kesiapannya untuk menjadi Kakak Asuh bagi Koperasi Merah Putih.
Frediyanto menjelaskan langkah awal yang akan diambil Obor Mas untuk Koperasi Merah Putih adalah edukasi dan pendidikan bagi manajemen.
“Kami akan memberikan pendidikan, tata kelola, serta pendampingan manajemen SDM yang dirasa masih perlu penguatan mendalam,” pungkas Frediyanto.








