
Pembangunan 370 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu telah rampung. Sebanyak 138 gerai sudah siap beroperasi dengan dukungan listrik, internet, dan air.
PeluangNews, Bengkulu – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bengkulu terus dikebut. Dari target 768 gerai tahap pertama, sebanyak 370 gerai telah rampung dan 138 di antaranya sudah siap beroperasi.
Koperasi Merah Putih tidak hanya diproyeksikan menjadi tempat belanja kebutuhan pokok. Gerai-gerai ini disiapkan sebagai pusat ekonomi desa, mulai dari distribusi pupuk dan benih hingga penyerapan hasil pertanian warga.
Komandan Korem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto mengatakan, pembangunan gerai KDKMP di Bengkulu ditargetkan mencapai 1.513 titik. Namun, untuk tahap pertama hingga akhir Juli 2026, pemerintah menetapkan target penyelesaian sebanyak 768 gerai.
“Kami memiliki target 1.513 titik. Namun hingga akhir Juli, target tahap pertama yang diberikan sebanyak 768 gerai. Dari jumlah itu, 370 gerai sudah selesai dibangun,” kata Jatmiko di Bengkulu, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan gerai KDKMP tahap pertama ditargetkan rampung pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026. Sementara itu, pemenuhan sarana dan prasarana pendukung di setiap gerai masih terus dikebut agar koperasi dapat segera beroperasi secara optimal.
Menurut Jatmiko, Koperasi Merah Putih tidak hanya disiapkan sebagai tempat penjualan kebutuhan pokok masyarakat. Lebih dari itu, koperasi akan menjadi pusat layanan ekonomi desa yang menghubungkan kebutuhan warga, pelaku usaha, hingga sektor pertanian dan perkebunan.
“Koperasi ini nantinya dapat menjadi tempat distribusi pupuk, benih, dan kebutuhan pertanian lainnya. Selain itu, koperasi juga dapat menjadi tempat pembelian hasil pertanian maupun perkebunan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga:LPDB Koperasi Perkuat Peran Inkubator, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Jadi Fokus Utama 2026
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak hanya melihat Koperasi Merah Putih sebagai bangunan atau toko kebutuhan sehari-hari. Konsep yang disiapkan pemerintah, kata dia, memiliki fungsi yang lebih luas dalam memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Jatmiko juga menjelaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan gerai KDKMP merupakan usulan dari masing-masing pemerintah desa. Dengan demikian, tidak semua gerai berada di kawasan yang ramai atau pusat aktivitas warga.
“Setiap desa memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk desa-desa yang berada di wilayah terpencil. Karena itu, lokasi pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan dan usulan pemerintah desa,” katanya.
Ia berharap media massa dapat membantu menyosialisasikan fungsi dan manfaat Koperasi Merah Putih kepada masyarakat. Sosialisasi dinilai penting agar tidak muncul kesalahpahaman mengenai program pemerintah tersebut.
Jatmiko optimistis pembangunan gerai KDKMP beserta fasilitas pendukungnya dapat diselesaikan sesuai target. Dengan begitu, Koperasi Merah Putih di Bengkulu diharapkan segera beroperasi dan menjadi penggerak baru perekonomian masyarakat desa. (Aji)








