
PeluangNews, Jakarta – Ziarah ke makam Mohammad Hatta bukan sekadar penghormatan kepada Bapak Koperasi Indonesia. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan cita-cita Bung Hatta akan terus diterjemahkan menjadi kebijakan nyata untuk menjadikan koperasi sebagai jalan utama ekonomi rakyat.
Menjelang Hari Koperasi Nasional ke-79, pemerintah menyiapkan sejumlah agenda besar, mulai dari penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hingga peringatan nasional yang direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Menkop Ferry Juliantono menegaskan semangat perjuangan dan pemikiran Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus Bapak Koperasi Indonesia, tetap menjadi pijakan pemerintah dalam memperkuat gerakan koperasi nasional.
Menurut Ferry, Bung Hatta bukan hanya seorang proklamator, melainkan tokoh yang meletakkan fondasi ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Pemikiran tersebut juga tercermin dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menempatkan koperasi sebagai salah satu sokoguru perekonomian nasional.
“Bung Hatta adalah sosok yang sederhana. Beliau sebagai proklamator dan juga termasuk salah satu tokoh yang merintis terbentuknya koperasi serta ikut merumuskan Undang-Undang Dasar 1945, termasuk Pasal 33. Oleh karena itu, tentu kita harus dan wajib menghormati jasa-jasa dan perjuangan beliau,” kata Ferry di Jakarta, Jumat (10/7/2026)
Pernyataan itu disampaikan Ferry usai memimpin ziarah ke makam Mohammad Hatta di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang puncaknya dijadwalkan berlangsung pada 12 Juli 2026.
Baca Juga:Jelang Harkopnas, Pelaku Koperasi Ziarah ke Makam Bung Hatta
Prosesi ziarah diawali dengan upacara penghormatan kepada arwah pahlawan dan Mohammad Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Kegiatan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga oleh Menteri Koperasi selaku inspektur upacara, pembacaan doa, serta tabur bunga di makam Bung Hatta.

Ferry bersama jajaran Kementerian Koperasi, Dewan Koperasi Indonesia, dan peserta ziarah menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan atas jasa Bung Hatta dalam membangun gerakan koperasi serta perjuangannya bagi bangsa Indonesia.
Menurut Ferry, kehadiran pemerintah dan gerakan koperasi di makam Bung Hatta bukan sekadar agenda seremonial. Ziarah itu menjadi pengingat bahwa cita-cita membangun ekonomi berbasis koperasi harus terus diperjuangkan di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.
“Meskipun beliau telah tiada, bagi kami dari Kementerian Koperasi dan gerakan koperasi, seluruh perjuangan dan cita-cita Bung Hatta akan tetap kami lanjutkan,” ujarnya.
Ia mengatakan semangat Bung Hatta kini menjadi landasan pemerintah dalam memperkuat koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Salah satu langkah yang terus didorong adalah pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di berbagai daerah.
Hingga saat ini, sekitar 30.000 KDMP telah terbentuk. Pemerintah menargetkan jumlahnya meningkat menjadi sekitar 40.000 unit hingga akhir 2026.
Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 akan digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada 12 Juli 2026. Acara tersebut diproyeksikan diikuti sekitar 20.000 peserta dari unsur pemerintah, gerakan koperasi, pelaku usaha, dan masyarakat. Presiden Prabowo Subianto juga direncanakan hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain acara puncak, Kementerian Koperasi akan menggelar kegiatan lari bersama dan bazar koperasi pada 19 Juli 2026 di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta. Kegiatan itu akan melibatkan koperasi dari berbagai daerah yang menampilkan beragam produk unggulan.
“Kita akan semarakkan dengan kehadiran koperasi-koperasi dari seluruh daerah dengan berbagai macam produk yang dihasilkan koperasi sehingga masyarakat dapat berolahraga sekaligus menikmati hasil usaha koperasi,” kata Ferry.
Rangkaian peringatan juga mencakup peletakan batu pertama renovasi lokasi bersejarah Kongres Koperasi Pertama di Tasikmalaya, Jawa Barat. Pemerintah bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya akan menjadikan lokasi tersebut sebagai cagar budaya sekaligus ruang kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan koperasi dan pemberdayaan masyarakat.
Kementerian Koperasi juga akan menyelenggarakan Koperasi Award di Jakarta pada 29 Juli 2026. Penghargaan itu diberikan kepada tokoh, kepala daerah, koperasi berprestasi, serta berbagai pihak yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan koperasi di Indonesia. (Aji)








