hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Berita  

11 Tahun Cuma Janji, Pedagang Pasar Benhil: Jangan Jadi Kuburan Lagi

Foto: Gema/peluangnews
Foto: Gema/peluangnews

PeluangNews, Jakarta-Sebelas tahun bukan waktu yang singkat untuk menunggu sebuah pasar rakyat kembali berdiri. Namun, pedagang Pasar Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta, hingga kini masih harus bertahan di tempat penampungan sementara yang dinilai tidak layak untuk aktivitas perdagangan.

Kondisi tersebut kembali mencuat setelah Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengunjungi kawasan Pasar Bendungan Hilir, Rabu (24/9/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan pasar rakyat yang disebut telah terbengkalai selama 11 tahun.

Ketua Koperasi Pedagang Pasar (Koppas) Bendungan Hilir, Sudirman, berharap kedatangan Wamen PKP menjadi momentum untuk mengakhiri penantian panjang para pedagang.

“Dengan datangnya Pak Wamen di sini, saya harap segeralah dibangun pasar rakyat ini. Jangan tinggal kayak kuburan lagi,” kata Sudirman.

Foto: Gema/peluangnews
Foto: Gema/peluangnews

Menurut dia, pedagang Benhil merasa pembangunan pasar selama ini hanya berhenti pada janji. Karena itu, mereka berharap pemerintah segera memberikan kepastian mengenai kelanjutan pembangunan pasar.

“Kami juga ingin seperti bapak-bapak di sana. Jangan ditelantarkan, sudah 11 tahun janji-janji doang,” ujarnya.

Sudirman menegaskan, sebagai Ketua Koppas Bendungan Hilir, dirinya berharap pembangunan pasar segera direalisasikan agar pedagang dapat kembali berjualan di tempat yang lebih layak.

“Harapan saya yaitu sebagai Ketua Koppas Bendungan Hilir, segeralah dibangun,” tambahnya.

Sekretaris Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS), Andrian Lamemuhar, mengatakan kunjungan Fahri Hamzah berkaitan dengan upaya memantau perkembangan dan keberlanjutan pembangunan Pasar Rakyat Bendungan Hilir.

“Beliau ingin memantau perkembangan, keberlanjutan pembangunan pasar rakyat Wenhil yang sudah terbengkalai selama 11 tahun,” ucap Andrian.

Menurut Andrian, konsep pembangunan pasar tersebut tidak hanya mencakup area perdagangan. Di atas pasar juga direncanakan terdapat hunian yang kemungkinan akan dibawa oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Foto: Gema/peluangnews
Foto: Gema/peluangnews

Ia berharap kehadiran pemerintah pusat dapat mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama badan usaha milik daerah (BUMD) mempercepat pembangunan pasar.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya beliau ke sini mendorong dan men-support agar Pak Gubernur dengan BUMD-nya mempercepat pembangunan pasar rakyat yang ada di Benhil ini,” imbuhnya.

Percepatan pembangunan dinilai penting karena para pedagang hingga kini masih berjualan di tempat penampungan. Kondisi tersebut membuat aktivitas perdagangan berjalan tidak optimal.

Andrian menyebut, para pedagang membutuhkan tempat usaha yang layak agar dapat kembali menata aktivitas perdagangan sekaligus memperkenalkan barang dagangan mereka kepada konsumen.

“Selama ini nggak dibangun-bangun selama 11 tahun pasarnya, cuma tempat penampungan. Sehingga mereka itu dalam berjualan susah karena masih dalam posisi tempat penampungan, tidak layak untuk mereka berjualan,” jelasnya.

Bagi INKOPPAS, pembangunan kembali pasar Benhil bukan sekadar persoalan fisik bangunan. Pasar tersebut juga diharapkan dapat menghidupkan kembali koperasi pedagang dan mendorong kesejahteraan para pedagang.

“Diharapkan koperasi bisa hidup dan kesejahteraan pedagang pasar Benhil ini bisa terlaksana dengan baik,” ungkap Andrian.

Kini, setelah penantian selama 11 tahun, pedagang berharap kunjungan pemerintah tidak berhenti sebagai agenda peninjauan. Mereka menunggu pembangunan pasar benar-benar berjalan dan tempat yang selama ini disebut sebagai pasar rakyat kembali menjadi ruang usaha yang layak bagi pedagang.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id