
Peluangnews, Jakarta – Pemerintah mengubah fokus Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kini, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi penerima manfaat utama.
Keputusan itu diambil setelah pemerintah menemukan masih ada sekitar 11,15 juta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang belum memperoleh manfaat MBG. Bersamaan dengan itu, percepatan pembangunan 352 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T juga digenjot
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan penajaman sasaran tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri.
“MBG harus hadir lebih dulu kepada mereka yang paling membutuhkan. Karena itu kita melakukan penajaman sasaran sekaligus memperkuat tata kelola agar anggaran negara benar-benar memberikan manfaat maksimal,” ujar Zulhas dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Menurut Zulhas, evaluasi program tidak hanya difokuskan pada perbaikan tata kelola, tetapi juga untuk memastikan manfaat MBG benar-benar dirasakan oleh kelompok rentan.
Data pemerintah menunjukkan masih terdapat sekitar 11,15 juta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang belum menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Kelompok ini menjadi prioritas karena berperan penting dalam percepatan penurunan angka stunting sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Untuk memperluas jangkauan layanan, pemerintah mempercepat operasional 352 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T yang tersebar di delapan provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi. Kedepan program MBG prioritaskan ibu hamil
Selain itu, pemerintah menyiapkan skema indeks kemahalan bahan baku serta insentif sewa SPPG guna mendukung kelancaran pelaksanaan program di daerah terpencil yang memiliki tantangan logistik lebih besar.
Zulhas menegaskan percepatan pembangunan dan operasional SPPG di wilayah 3T menjadi salah satu agenda utama pemerintah. Pendataan kebutuhan serta kesiapan SPPG di sebagian besar wilayah sasaran telah hampir rampung dan ditargetkan selesai dalam pekan ini.
“Prioritas kita sekarang SPPG di daerah 3T. Sebagian besar pendataannya sudah selesai dan kita targetkan minggu ini bisa dituntaskan, termasuk untuk wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah ingin memastikan masyarakat di wilayah 3T memperoleh akses yang sama terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
“Kita ingin memastikan masyarakat di wilayah 3T juga mendapatkan pelayanan MBG dengan baik,” ujar Zulhas.
Baca Juga:Program MBG Resmi Dimulai Hari Ini, 190 Dapur Siap Beroperasi
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan percepatan pembangunan dan aktivasi SPPG di wilayah 3T merupakan bagian dari pembenahan tata kelola Program MBG. Penyelesaiannya ditargetkan berlangsung dalam waktu satu minggu.
Sudaryono menjelaskan percepatan dilakukan melalui pendekatan berbasis data agar pelaksanaan program benar-benar menjangkau daerah yang paling membutuhkan, termasuk Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, Nias, dan berbagai wilayah 3T lainnya.
“Wilayah Papua, NTT, Nias, Maluku, Maluku Utara, dan daerah-daerah yang jauh menjadi prioritas karena masyarakat di sana sangat membutuhkan. Arahan Bapak Menko Pangan bersama seluruh kementerian dan lembaga adalah memastikan pelaksanaannya berjalan cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi dengan baik,” ujar Sudaryono. (Aji)








