
PeluangNews, Tana Toraja – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mengapresiasi kinerja Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’ta di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang dinilai konsisten menjaga kualitas pengelolaan pembiayaan sekaligus memberikan manfaat bagi anggotanya.
Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan, KSP Balo’ta merupakan salah satu koperasi tertua di Tana Toraja sekaligus mitra strategis LPDB Koperasi.
Menurutnya, rekam jejak KSP Balo’ta dalam mengelola pembiayaan LPDB tergolong sangat baik. Hal itu tercermin dari kepatuhan koperasi dalam mengembalikan pembiayaan serta pemanfaatan dana yang dinilai sesuai dengan tujuan program dana bergulir.
“Dengan reputasi KSP Balo’ta selama ini kepada LPDB, baik dari sisi pinjaman yang diberikan maupun pengembaliannya, Balo’ta termasuk yang terbaik karena tidak pernah cacat dari sisi pengembalian maupun pemanfaatannya kepada anggota,” kata Krisdianto saat mengunjungi KSP Balo’ta di Tana Toraja, Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kinerja dan perkembangan KSP Balo’ta sekaligus menggali berbagai potensi penguatan koperasi ke depan.
Dalam kunjungan itu, Krisdianto juga mendapat informasi bahwa KSP Balo’ta secara mandiri telah mengambil peran dalam mendampingi sekitar 40 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di dua kabupaten di Tana Toraja.
Pendampingan tersebut mencakup sekitar 200 pengurus KDKMP, terutama dalam aspek tata kelola dan manajerial koperasi.
“Kami selaku perwakilan dan kepanjangan tangan dari Kementerian Koperasi menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas apa yang sudah dilakukan oleh Balo’ta,” ujarnya.
Baca Juga:KSP Balo’ta Borong Dua Penghargaan di Best Cooperatives Sustainability Performance Award 2026
Krisdianto menambahkan, kontribusi tersebut menjadi salah satu pertimbangan LPDB Koperasi untuk terus memberikan dukungan terhadap pengembangan usaha KSP Balo’ta.
Menurut dia, dukungan LPDB terhadap KSP Balo’ta tidak hanya berdampak pada penguatan koperasi penerima pembiayaan, tetapi juga berpotensi memperluas manfaat pembiayaan kepada anggota dan koperasi lain yang berada dalam ekosistemnya.
Telah Mendapat Pembiayaan Sekitar 10 Kali
Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga mengatakan, pihaknya berterima kasih atas perhatian dan kunjungan LPDB Koperasi. Menurutnya, hubungan KSP Balo’ta dengan LPDB telah berlangsung selama sekitar satu dekade.
“Selama kurang lebih 10 tahun, kami secara bertahap diberikan bantuan modal kerja. Kurang lebih sudah 10 kali hingga saat ini,” kata Dedi.
Dedi menjelaskan, dukungan pembiayaan tersebut membantu KSP Balo’ta memperluas layanan kepada anggota, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah. Saat ini, sekitar 15 ribu anggota telah mendapatkan fasilitas layanan koperasi.
Karena itu, KSP Balo’ta berharap dukungan pembiayaan dari LPDB Koperasi dapat terus berlanjut sehingga koperasi semakin mampu memberikan layanan pembiayaan kepada anggota.
Baca Juga:Salurkan Dana Rp25 Miliar ke KSP Balo’ Toraja, LPDB-KUMKM “Pecah Telur” di Provinsi Sulawesi Selatan
“Ke depan kami tetap membutuhkan perhatian, bahkan bantuan pinjaman kepada anggota,” ujarnya.
Selain menjalankan layanan kepada anggota, KSP Balo’ta saat ini juga aktif mendampingi pengurus KDKMP di dua kabupaten. Jumlahnya sekitar 40 KDKMP dengan sekitar 200 pengurus yang mendapatkan pembinaan.
Dedi menyebut pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya KSP Balo’ta untuk ikut memperkuat kapasitas pengelola koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Perkuat Sinergi KSP Balo’ta dan KDKMP
Krisdianto menilai kontribusi KSP Balo’ta melalui pembiayaan dan pendampingan semakin memperluas manfaat dana bergulir yang disalurkan LPDB Koperasi.
Ia mengatakan, pemanfaatan pembiayaan tidak lagi hanya menyasar kegiatan usaha reguler KSP Balo’ta, tetapi juga dapat mendukung ekosistem KDKMP.
Anggota KSP Balo’ta yang nantinya juga menjadi anggota KDKMP dapat memperoleh dukungan pembiayaan untuk mengembangkan usaha. Produk usaha tersebut selanjutnya berpotensi menjadi bagian dari rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan gerai KDKMP.
“Anggota Balo’ta yang notabene nantinya juga sebagai anggota KDKMP akan terbantu dengan pinjaman yang diberikan oleh Balo’ta yang berasal dari dana LPDB untuk membantu kegiatan usahanya,” jelas Krisdianto.
Menurutnya, pola tersebut menciptakan sinergi antara KSP Balo’ta dan KDKMP, terutama dalam memperkuat kegiatan ekonomi anggota sekaligus membangun rantai pasok usaha di tingkat desa.
“Ini jelas menjadi sinergi yang sangat bagus antara KSP Balo’ta dengan KDKMP yang merupakan program strategis nasional dan program prioritas dari Kementerian Koperasi,” pungkasnya. (Aji)








