hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Strategi Kopindosat Bidik Pasar Baru di Luar Telekomunikasi dan Pengembangan Kompetensi SDM

Ketua pengurus Kopindosat Wahono. Foto: peluangnews
Ketua pengurus Kopindosat Wahono. Foto: peluangnews

PeluangNews, Jakarta — Koperasi Pegawai Indosat (Kopindosat) mulai memperluas pijakan bisnis dengan membidik pasar di luar sektor telekomunikasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha jangka panjang.

Ketua Pengurus Kopindosat Wahono mengatakan, sektor telekomunikasi tetap menjadi bisnis yang akan diperkuat. Namun, koperasi juga perlu membuka pasar baru untuk menjaga pertumbuhan usaha dan memperluas sumber pendapatan.

“Strategi dilakukan dengan mencari peluang baru pada usaha di sektor energi dan mineral, serta memperluas jaringan kemitraan untuk usaha perdagangan barang dan jasa”, kata Wahono kepada PeluangNews, di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Wahono menambahkan bahwa rencana ekspansi telah mendapatkan persetujuan Pengawas dan telah disampaikan ke anggota melalui RAT.

Sebagai langkah awal, saat ini Kopindosat telah mulai menjajaki kerja sama dengan BUMD-BUMD yang ada di Bandung, Semarang, dan Bojonegoro, khususnya BUMD yang bergerak di sektor energi dan mineral.

Wahono menyampaikan bahwa semua upaya perluasan sumber pendapatan akan tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian karena setiap sektor usaha memiliki karakter dan risiko yang berbeda.

“Kami mempelajari dan mencermati model bisnis untuk setiap bisnis baru yang akan dijalani, karena memiliki karakteristik yang berbeda dengan model bisnis yang biasa kami lakukan di dunia telekomunikasi”.

Wahono sekali lagi menegaskan, ekspansi tersebut tidak berarti Kopindosat meninggalkan bisnis telekomunikasi. Sebaliknya, sektor yang selama ini menjadi kekuatan utama koperasi tersebut akan tetap dikembangkan dan diperkuat. Sehingga ke depan, Kopindosat akan semakin kuat di sektor telekomunikasi dengan didukung oleh bisnis-bisnis dari pasar yang baru.

Selain ekspansi bisnis, Kopindosat menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian penting dari penguatan koperasi.

Program pendidikan dan pelatihan dari Lembaga Pelatihan dan Sertifikasi LPK BRAST dan LSP Coop disiapkan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan karyawan, termasuk di bidang keuangan, regulasi perkoperasian, serta pengembangan sumber daya manusia.

Wahono mengatakan, sertifikasi menjadi salah satu prioritas yang mulai dijalankan pada 2026.

Pengurus, pengawas, serta general manager (GM) yang menangani bisnis simpan pinjam diminta untuk mengikuti program sertifikasi koperasi.

“Yang lebih penting lagi adalah Pengurus dan Pengawas harus tersertifikasi. Kita mulai tahun ini, seluruh pengurus, sebagian Pengawas, dan GM yang mengurusi bisnis simpan pinjam. Kami berharap di tahun 2027 seluruh GM sudah tersertifikasi. Bahkan kami menargetkan untuk melanjutkan progam penguatan kompetensi melalui Uji Kelayakan dan Kompetensi bagi Pengurus, Pengawas, dan para GM”, jelasnya.

Dengan strategi tersebut, Kopindosat tidak hanya berupaya memperluas portofolio bisnis, tetapi juga memperkuat kapasitas internal agar mampu menghadapi perubahan pasar.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id