hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Kopindosat Ekspansi, Bidik Pasar Energi dan Mineral

Ketua pengurus Kopindosat Wahono. Foto: peluangnews
Ketua pengurus Kopindosat Wahono (kedua dari kiri). Foto: peluangnews

PeluangNews, Jakarta-Koperasi Pegawai Indosat (Kopindosat) mulai memperluas pijakan bisnis dengan membidik pasar di luar sektor telekomunikasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha hingga 2027, termasuk menjajaki peluang di sektor energi dan mineral melalui kerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Ketua Pengurus Kopindosat Wahono mengatakan, sektor telekomunikasi tetap menjadi bisnis yang akan diperkuat. Namun, koperasi juga perlu membuka pasar baru untuk menjaga pertumbuhan usaha dan memperluas sumber pendapatan.

“Memang tahun ini kita masih tetap fokus kepada bisnis jasa teknik. Selama ini kebanyakan mengerjakan proyek-proyek telekomunikasi. Tapi mulai sekarang dan sampai 2027, kita akan mengarah ke pasar baru,” ujar Wahono kepada PeluangNews, di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Menurut dia, rencana ekspansi tersebut telah mendapat persetujuan pengawas dan dibahas dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). Kopindosat kini mulai menjajaki kerja sama dengan BUMD yang bergerak di bidang energi dan mineral.

“Hari ini kita sudah bekerja sama dengan BUMD-BUMD yang bergerak dalam bidang energi dan mineral. Misalnya kita juga bekerja sama dengan BUMD yang ada di Bandung, Semarang, dan Bojonegoro,” katanya.

Wahono menegaskan, ekspansi tersebut tidak berarti Kopindosat meninggalkan bisnis telekomunikasi. Sebaliknya, sektor yang selama ini menjadi kekuatan utama koperasi akan tetap dikembangkan bersamaan dengan penetrasi ke pasar baru.

“Ke depannya kita tetap akan menguatkan sektor telekomunikasinya, tetapi plus pasar baru yang ada di BUMD-BUMD lainnya,” lanjutnya.

Kopindosat juga mulai menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra untuk mengembangkan bisnis jasa dan pengadaan barang. Namun, Wahono mengingatkan bahwa ekspansi ke sektor baru harus dilakukan secara hati-hati karena setiap model bisnis memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda.

“Kita masih betul-betul harus memperhatikan model bisnisnya, karena model bisnis yang lain berbeda. Kita harus hati-hati juga,” tuturnya.

Selain ekspansi bisnis, Kopindosat menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian penting dari penguatan koperasi. Program pendidikan dan pelatihan disiapkan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan karyawan, termasuk di bidang keuangan, regulasi perkoperasian, serta sumber daya manusia.

Wahono mengatakan, sertifikasi menjadi salah satu prioritas yang mulai dijalankan pada 2026. Pengurus, pengawas, serta general manager (GM) yang menangani bisnis simpan pinjam akan diarahkan mengikuti program sertifikasi koperasi.

“Yang lebih penting lagi adalah bagaimana pengurus dan pengawas harus punya sertifikasi. Kita mulai tahun ini, seluruh pengurus dan sebagian pengawas, kemudian sebagian GM yang mengurusi bisnis simpan pinjam, akan diikutkan dalam program sertifikasi untuk koperasi,” jelasnya.

Program peningkatan kompetensi tersebut tidak berhenti pada sertifikasi. Kopindosat juga menargetkan penguatan kompetensi melalui uji kelayakan dan kompetensi (UKK).

“Selanjutnya kita akan tingkatkan kepada uji kelayakan kompetensi. Mudah-mudahan tahun 2027 seluruh GM sudah sertifikasi,” papar Wahono.

Dengan strategi tersebut, Kopindosat tidak hanya berupaya memperluas portofolio bisnis, tetapi juga memperkuat kapasitas internal agar mampu menghadapi perubahan pasar. Saat ini Kopindosat memang menjalankan sejumlah lini usaha, termasuk jasa teknik, transportasi, pemasaran, perdagangan umum, properti, serta layanan simpan pinjam dan pembiayaan syariah.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id