hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Bisnis  

Produksi Grease Buka Peluang Substitusi Impor

Grease. Foto: Istimewa- peluangnews

PeluangNews, Bekasi — Investasi manufaktur produk pelumas di Indonesia terus diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri. Kementerian Perindustrian menilai pembangunan Shell Grease Manufacturing Plant (GMP) di Marunda, Bekasi, menjadi bagian dari penguatan basis manufaktur dan rantai pasok industri nasional.

“Bagi Pemerintah, investasi ini penting karena menghadirkan kapasitas produksi dan teknologi manufaktur baru, sekaligus memperkuat keterkaitan dengan industri pendukung di dalam negeri. Inilah arah industrialisasi yang kita kehendaki, yaitu investasi yang memperkuat kapasitas produksi, nilai tambah, teknologi, dan ekosistem industri nasional,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat meresmikan Shell Grease Manufacturing Plant di Marunda, Bekasi, Selasa (15/9).

Foto: Antara

GMP Marunda memiliki kapasitas produksi grease sebesar 12.000 ton per tahun. Fasilitas ini melengkapi Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) yang sebelumnya dikembangkan Shell pada 2022. Setelah pengembangan LOBP tersebut, kapasitas produksi pelumas Shell di Marunda mencapai hingga 300 juta liter per tahun.

“Dengan kapasitas tersebut, GMP Marunda berdasarkan data Shell, termasuk dalam tiga besar fasilitas grease Shell secara global. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam pengembangan kegiatan manufaktur Shell,” katanya.

Penguatan kapasitas produksi tersebut berlangsung di tengah kinerja positif industri pengolahan nonmigas (IPNM) nasional. Pada Triwulan II 2026, IPNM tumbuh 5,32 persen secara tahunan (y-o-y), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. IPNM juga memberikan kontribusi pertumbuhan terbesar, yakni 0,97 poin persentase.

Menurut Menperin, kinerja manufaktur nasional tersebut tidak terlepas dari kontribusi dan kepercayaan para pelaku industri yang terus memperkuat kegiatan produksinya di Indonesia. Salah satunya yaitu Shell, yang kembali menunjukkan komitmennya melalui penguatan basis manufaktur di Marunda.

Dari sisi pasar domestik, pengoperasian GMP Marunda berpotensi memperkuat pemenuhan kebutuhan grease sekaligus membuka ruang substitusi impor. Pada 2025, impor Indonesia untuk produk grease atau gemuk pelumas dengan kode HS 27101944 tercatat sekitar 22.377 ton. Dari jumlah tersebut, impor produk grease Shell dengan merek Shell Gadus mencapai sekitar 11.757 ton.

Dengan beroperasinya GMP Marunda, produk Shell Gadus yang sebelumnya dipasok dari luar negeri kini dapat diproduksi di Indonesia. Kapasitas produksi tersebut diharapkan semakin memperkuat pemenuhan kebutuhan grease dari produksi dalam negeri sekaligus membuka ruang substitusi impor dan penciptaan nilai tambah di Indonesia.

Selain kapasitas produksi, pemerintah menilai keterkaitan investasi dengan industri nasional menjadi aspek penting dalam membangun ekosistem manufaktur. Saat ini, Shell telah melibatkan lebih dari 50 vendor domestik dengan nilai pengadaan sekitar Rp30 miliar per tahun.

“Keterlibatan vendor domestik menjadi fondasi yang baik untuk membangun ekosistem rantai pasok yang semakin kuat di dalam negeri. Ke depan, local sourcing dapat terus diperluas, terutama untuk bahan baku, kemasan, dan jasa industri, sehingga manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas melalui tumbuhnya industri pendukung dan kegiatan ekonomi di sepanjang rantai pasok,” tuturnya.

Menperin Agus juga mengapresiasi penerapan teknologi manufaktur modern dan proses yang terotomasi di GMP Marunda. Penerapan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menjaga konsistensi mutu, serta memperkuat daya saing kegiatan manufaktur.

Aspek keberlanjutan juga menjadi bagian dari pengembangan fasilitas Shell di Marunda. Kawasan LOBP Marunda telah menerapkan pemanfaatan panel surya, energy monitoring system, dan rainwater harvesting.

Panel surya yang digunakan menghasilkan sekitar 1,1 juta kWh per tahun atau memenuhi sekitar 17 persen kebutuhan listrik di area LOBP.

“Komitmen terhadap manufaktur yang modern, produktif, efisien dalam penggunaan sumber daya, serta memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan kerja sejalan dengan arah pembangunan industri nasional yang semakin hijau, efisien, aman, dan berkelanjutan,” ujar Menperin.

Pemerintah juga melihat peluang pengembangan GMP Marunda sebagai salah satu basis produksi grease Shell untuk kawasan. Posisi strategis Indonesia, basis manufaktur yang besar, serta pasar domestik yang kuat dinilai membuka peluang bagi fasilitas tersebut untuk melayani pasar regional dan global.

“Kita mulai dari Indonesia, memperkuat Indonesia, dan pada saatnya membawa produk yang dibuat di Indonesia ke pasar regional dan global. Kita ingin semakin banyak produk yang dibuat di Indonesia mampu masuk dan berperan dalam rantai pasok global,” katanya.

Di sisi lain, Menperin mengapresiasi program sosial dan lingkungan Shell melalui Program Desa BERSEMI yang telah berjalan sejak 2016. Program tersebut telah memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 230 rumah tangga di sekitar kawasan.

Program Desa BERSEMI mengembangkan praktik ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah terpadu dengan mengolah limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

“Ini merupakan praktik baik yang patut terus dikembangkan, karena kemajuan industri harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan,” tegas Menperin.

Dengan beroperasinya GMP Marunda, Menperin berharap fasilitas tersebut dapat terus berkembang menjadi kegiatan manufaktur yang produktif, kompetitif, aman, dan berkelanjutan, sekaligus semakin memperkuat keterkaitannya dengan industri nasional dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id