
PeluangNews, Jakarta – Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia yang terus meningkat mendorong kebutuhan layanan kesehatan untuk menjaga mobilitas dan kemandirian. Menjawab kebutuhan tersebut, Physiorehab membuka cabang ke-14 sekaligus klinik terbesarnya di Muara Karang, Jakarta Utara, dengan menghadirkan layanan fisioterapi untuk berbagai kelompok usia, termasuk lansia.
Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, persentase penduduk lansia di Indonesia mencapai 11,97 persen. Kondisi ini menunjukkan Indonesia semakin memasuki fase penuaan penduduk, sehingga pemeliharaan kesehatan dan kualitas hidup lansia menjadi perhatian penting.
Seiring bertambahnya usia, seseorang dapat mengalami penurunan fungsi tubuh, mulai dari nyeri dan kekakuan sendi, keterbatasan gerak bahu, hingga gangguan keseimbangan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat penyakit sendi dialami 18,6 persen penduduk berusia 65–74 tahun dan 18,9 persen penduduk berusia 75 tahun ke atas.
Dalam kondisi tersebut, fisioterapi berperan membantu mengurangi nyeri, menjaga kekuatan otot, serta meningkatkan kemampuan gerak agar lansia tetap mandiri menjalankan aktivitas sehari-hari. Layanan ini juga dapat mendukung pemulihan pasien osteoarthritis, frozen shoulder, stroke, hingga pascaoperasi penggantian sendi lutut dan pinggul.
CEO and Founder Physiorehab, Adam Salim, mengatakan pembukaan klinik di Muara Karang merupakan bagian dari upaya memperluas akses layanan fisioterapi bagi masyarakat Jakarta Utara dan sekitarnya.
“Kami menghadirkan Physiorehab terbesar di Muara Karang agar layanan fisioterapi semakin mudah dijangkau masyarakat Jakarta Utara dan sekitarnya, baik generasi muda yang aktif berolahraga maupun lansia yang ingin tetap mandiri. Sebagai cabang ke-14, Muara Karang menjadi bagian dari komitmen kami untuk semakin memperluas akses layanan dengan standar yang konsisten di setiap lokasi,” ujar Adam.
Berdiri di atas lahan seluas sekitar 555 meter persegi, Physiorehab Muara Karang dilengkapi 18 bed perawatan, rehabilitation gym, serta Super Inductive System (SIS). Teknologi berbasis medan elektromagnetik berintensitas tinggi tersebut untuk pertama kalinya dihadirkan Physiorehab di Jakarta guna membantu meredakan nyeri dan menstimulasi otot dalam proses rehabilitasi.
Klinik ini menyediakan layanan fisioterapi geriatri, pemulihan pascaoperasi, rehabilitasi cedera olahraga, hingga fisioterapi umum. Pendekatan yang digunakan berbasis bukti ilmiah ( evidence-based ), dengan menggabungkan terapi manual, latihan terapeutik, dan teknologi sesuai kondisi pasien.
Founder and Chief Physiotherapist Physiorehab, Simon Tri Prasetyo, menjelaskan bahwa setiap pasien membutuhkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi fisiknya.
“Bagi lansia, latihan kekuatan dan keseimbangan yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kemandirian dalam aktivitas sehari-hari,” kata Simon.
Pembukaan klinik ditandai dengan kegiatan grand opening pada 31 Oktober 2026 yang melibatkan komunitas lansia. Agenda tersebut diisi senam lansia serta diskusi mengenai longevity dan peregangan untuk menjaga kelenturan sendi.
Hingga kini, Physiorehab telah melayani lebih dari 20.000 pasien melalui 100.000 sesi terapi. Dengan pembukaan cabang Muara Karang, perusahaan menargetkan pengembangan jaringan hingga 16 klinik pada akhir 2026.








