hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Energi  

PHE OSES Perkuat Pemeliharaan Fasilitas untuk Jaga Produksi Migas

Head Communication, Relations & CID (Comrel & CID) PHE OSES Danya Dewanti. Foto: Ratih/peluangnews
Head Communication, Relations & CID (Comrel & CID) PHE OSES Danya Dewanti. Foto: Ratih/peluangnews

PeluangNews, Pangalengan – Menjaga produksi energi di tengah usia fasilitas yang telah beroperasi selama puluhan tahun menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatra (PHE OSES).

Perusahaan terus memperkuat pengelolaan fasilitas sekaligus menjalankan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Hal tersebut disampaikan Head Communication, Relations & CID (Comrel & CID) PHE OSES Danya Dewanti dalam kegiatan peningkatan kapasitas media yang digelar di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026).

Danya mengatakan, sebagian besar fasilitas PHE OSES telah berusia cukup tua sehingga membutuhkan perhatian dan perawatan secara berkelanjutan untuk menjaga keberlangsungan operasi.

“Bisa dibilang PHE OSES ini sudah menjadi fasilitas yang mature karena sudah beroperasi selama berpuluh-puluh tahun. Tentunya banyak tantangan yang dihadapi dalam jangka operasi yang sudah cukup panjang,” ujar Danya.

Menurut dia, sekitar 64 persen fasilitas PHE OSES telah berusia lebih dari 30 tahun. Kondisi tersebut membuat aspek pemeliharaan menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan operasi.

“Di sini bisa dilihat, hampir 64 persen fasilitas PHE OSES sudah berusia lebih dari 30 tahun. Tentunya, sama seperti manusia, fasilitas yang sudah berusia 30 tahun juga membutuhkan perhatian dan perawatan,” katanya.

PHE OSES beroperasi di wilayah Offshore Southeast Sumatra dengan wilayah kerja yang terbagi dalam tiga unit bisnis, yakni North, Central, dan South. Kegiatan operasi didukung berbagai fasilitas produksi lepas pantai yang terus dikelola untuk menjaga keberlanjutan produksi.

Di sisi lain, PHE OSES juga menjalankan berbagai program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang selama ini dikenal luas sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Program tersebut mencakup sejumlah bidang, mulai dari kesehatan dan peningkatan gizi anak, pemberdayaan ibu, hingga penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Danya menjelaskan, program peningkatan gizi anak tidak hanya diarahkan untuk membantu menekan angka stunting, tetapi juga dikombinasikan dengan pemberdayaan pelaku usaha lokal.

“Kita berusaha meningkatkan gizi anak sehingga dapat mengurangi angka stunting. Pada saat yang sama, kita juga mempromosikan UMKM,” tambahnya.

Pemanfaatan sumber pangan lokal menjadi salah satu pendekatan dalam program tersebut. Ikan menjadi sumber protein yang dikembangkan karena tersedia di wilayah pesisir dan memiliki nilai gizi.

Program pemberdayaan juga menyasar masyarakat nelayan dan keluarga nelayan melalui peningkatan kapasitas, penyediaan benih ikan, kegiatan budidaya, pengolahan hasil perikanan, hingga diversifikasi produk.

“Karena kalau kita mengonsumsi makanan yang sama terus-menerus, tentu lama-lama akan bosan. Karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas untuk mengolah bahan yang sama menjadi berbagai jenis makanan dengan cita rasa yang berbeda,” tutur Danya.

Pemberdayaan juga diarahkan kepada para istri nelayan agar memiliki sumber pendapatan tambahan melalui pengolahan hasil perikanan. Upaya ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan keluarga masyarakat pesisir.

Dalam kegiatan peningkatan kapasitas media tersebut, PHE OSES juga memperkenalkan ajang Apresiasi Jurnalis sebagai ruang kolaborasi dengan insan pers. Program ini mendorong jurnalis menghasilkan karya yang mengangkat isu energi, kontribusi perusahaan, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat berdasarkan riset dan fakta lapangan.

Danya menegaskan, dukungan perusahaan terhadap kegiatan tersebut tetap dibarengi dengan komitmen terhadap integritas jurnalistik.

“Kami tetap menjunjung tinggi integritas. Kami berharap apa pun yang ditulis oleh teman-teman, terutama berdasarkan riset, fakta di lapangan, pemberitaan yang berimbang, validitas, dan akurasi, tetap memiliki integritas,” kata Danya.

Menurutnya, keterlibatan media penting untuk memperluas pemahaman publik mengenai isu energi, pemanfaatan energi, serta kontribusi industri hulu migas terhadap masyarakat.

PHE OSES juga menempatkan transparansi sebagai bagian penting dalam membangun komunikasi dengan publik. Data dan informasi mengenai kegiatan perusahaan diharapkan dapat disampaikan secara akurat sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai operasi maupun program pemberdayaan yang dijalankan.

Melalui penguatan operasi, pemeliharaan fasilitas, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi dengan media, PHE OSES berupaya menjaga keberlanjutan kegiatan hulu migas sekaligus memperluas manfaat keberadaan perusahaan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id