
PeluangNews, Jakarta – Pemerintah telah menyiapkan cadangan beras sekitar 500.000 ton untuk diekspor ke sejumlah negara di tengah stok nasional yang melimpah dalam beberapa tahun terakhir.
Negara tujuan ekspor antara lain Malaysia, Papua Nugini, Timor Leste, hingga Aljazair. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan hal tersebut di Jakarta, dikutip Rabu (20/5/2026).
Sudaryono mengatakan ekspor beras ke sejumlah negara mitra akan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu kebutuhan domestik.
“Kita alokasikan ada sekitar 500.000 ton yang kita cadangkan untuk kebutuhan ekspor,” ungkap Sudaryono
Dikatakan, sejumlah negara tadi telah menyampaikan kebutuhan untuk impor beras dari Indonesia. Bahkan pemerintah juga membuka peluang ekspor beras lebih luas ke kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.
“Kita ingin ekspor konkret ke Arab Saudi. Kita ke Palestina sudah kita kirim 10.000 ton, terus kemarin di Arab Saudi sudah kita kirim sekitar 2.000 ton,” ujar dia.
Kendati mulai membuka keran ekspor, lanjutnya, pemerintah tetap memprioritaskan ketahanan pangan nasional.
Seluruh rencana ekspor akan dihitung berdasarkan ketersediaan stok dan kebutuhan konsumsi dalam negeri.
“Semua ekspor ini tentu akan dihitung secara cermat. Jangan sampai kemudian kita mengorbankan kebutuhan dalam negeri,” kata Sudaryono, menegaskan.
Wamentan menambahkan, stok beras pemerintah saat ini mencapai sekitar 5,37 juta ton, yang tertinggi sepanjang sejarah.
Volume tersebut menjadi modal pemerintah untuk mulai memperluas distribusi beras ke negara-negara yang mengalami tekanan pangan akibat krisis global.
Pelaksanaan ekspor telah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia harus siap membantu negara sahabat yang membutuhkan pangan selama pasokan domestik tetap aman.
“Instruksi dari Presiden adalah di situasi sulit yang krisis global ini, di mana kita mampu, maka kita harus siap untuk mengalokasikan beras kita untuk negara atau sahabat yang membutuhkan,” ucap Sudaryono. []








