
PeluangNews, Purwakarta-Program Gentengisasi tak hanya soal mengganti atap rumah, tetapi juga membuka peluang menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat desa.
Hal itu terlihat saat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait makan nasi liwet bersama para sopir truk pengangkut genteng di halaman Pasar Citeko, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).
Suasana berlangsung santai. Mendagri bahkan mengajak para sopir truk yang akan mengangkut ratusan ribu genteng untuk makan terlebih dahulu sebelum menjalankan tugas.
“Para driver, sopir truk, dan lain-lain banyak kerjaan, sampai capek nganter genteng nanti. Karena capek, supaya jangan sampai capek, kita makan dulu,” ujar Tito.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peluncuran 500 ribu keping genteng untuk merealisasikan Program Gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Tito, Program Gentengisasi merupakan bagian dari upaya pemerintah menggalakkan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Penggunaan genteng dinilai dapat memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan hunian yang lebih nyaman dan layak.
Ia mengatakan, genteng tanah liat dapat membantu mengurangi panas di dalam rumah serta meredam suara ketika hujan. Selain itu, penggunaan genteng juga dinilai dapat memperkuat identitas produk lokal Indonesia.
“Di kita ini genteng ini memang asli dari zaman dulu. Khasnya Indonesia itu adalah genteng tanah liat,” tuturnya.
Tito juga menilai Program Gentengisasi memiliki dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah. Jika penggunaan genteng tanah liat dilakukan secara masif di wilayah yang sesuai, permintaan terhadap produk tersebut dapat menghidupkan kembali sentra-sentra produksi genteng.
“Kalau seandainya seluruh Indonesia, di daerah-daerah yang aman menggunakan genteng tanah liat, puluhan juta, maka akan bisa menghidupkan sentra produksi genteng, termasuk di Plered,” katanya.
Menurutnya, tumbuhnya sentra produksi genteng juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan di tingkat desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengatakan sebanyak 500 ribu keping genteng asal Plered akan didistribusikan ke berbagai wilayah. Pengiriman tersebut menggunakan 125 truk.
“Ya, dan sebelum pelepasan, saat ini mau makan bersama dulu, makan liwet khas Purwakarta, Pak Menteri,” kata Saepul.
Sebelum pelepasan pengiriman genteng, Mendagri dan jajaran menikmati nasi liwet khas Purwakarta yang dimasak oleh para ibu dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Plered.
Menu tersebut disajikan lengkap dengan selada air, petai, jengkol, sambal, ikan asin, ikan nila, serta ayam bekakak bakar.
Kegiatan turut dihadiri Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa Barat dan Purwakarta, serta sejumlah pejabat terkait.








