hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Menkop Ferry: Program Mba Maya Jadi Penggerak UMKM Syariah dan Ekonomi Desa

Menkop Ferry: Program Mba Maya Jadi Penggerak UMKM Syariah dan Ekonomi Desa
Menkop Ferry Juliantono menekan tombol membuka Kick Off Program Mba Maya (Membina dan Memberdaya) 2026/dok.humas

PeluangNews, Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono resmi membuka Kick Off Program Mba Maya (Membina dan Memberdaya) 2026 bertema “Usaha Berkah dalam Bingkai Ekonomi Syariah” di Menara PNM, Jakarta, Rabu (6/5).

Program yang digagas PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu turut dihadiri Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB KUMKM Ari Permana, Pengurus Pusat MES Siti Ma’rifah, serta para nasabah PNM yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Menkop Ferry memberikan apresiasi kepada PNM atas konsistensinya menggandeng MES sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan Program Mba Maya.

“Saya menyambut baik keberlanjutan program ini sebagai bentuk sinergi nyata dalam pemberdayaan ekonomi rakyat berbasis syariah, khususnya untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha, termasuk ibu-ibu nasabah Mekaar,” ujar Ferry.

Di sela kegiatan, Menkop juga memuji keberadaan Command Center dan dashboard monitoring milik PNM yang dinilai sangat rinci dalam pendataan dan pemantauan program. Berdasarkan laporan yang diterimanya, sepanjang 2025 Program Mba Maya telah terlaksana dalam 248 kegiatan di 20 kabupaten/kota dan 173 kecamatan.

Program tersebut melibatkan 17 pengurus daerah MES serta didukung 84 narasumber, dengan total penerima manfaat mencapai 10.924 peserta.

Baca Juga: MES Tingkatkan Penguatan Ekspor Produk Halal

Selain itu, MES juga berkolaborasi dalam pelatihan dan pendampingan UMKM halal di tujuh kabupaten/kota dengan total 412 peserta. Pendampingan usaha restoran melalui skema reguler juga dilakukan, salah satunya terhadap usaha Sari Timbul di Bali.

“Melalui program ini, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan pengetahuan, tetapi juga pendampingan praktis untuk meningkatkan kapasitas usaha, termasuk sertifikasi halal sebagai nilai tambah guna memperluas daya saing pelaku usaha di berbagai daerah,” kata Ferry.

Ia menambahkan, MES terus mengembangkan ekosistem usaha halal secara berkelanjutan melalui berbagai inisiatif, mulai dari pelatihan pendamping proses produk halal, peningkatan kapasitas UMKM halal, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut Ferry, Program Mba Maya yang menyasar langsung masyarakat akar rumput sejalan dengan peran koperasi syariah sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus penghubung bagi pelaku usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Karena itu, ia menilai program tersebut berpotensi dikolaborasikan dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sehingga pelaku usaha tidak hanya memperoleh pelatihan, tetapi juga akses pembiayaan, pendampingan, dan pengembangan usaha berbasis gotong royong.

Sementara itu, Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi mengungkapkan bahwa PNM saat ini telah menjangkau 60.260 desa dan kelurahan dari total sekitar 84 ribu desa/kelurahan di Indonesia.

Jangkauan layanan tersebut mencakup 943 ribu kelompok nasabah dengan total sekitar 16,1 juta nasabah aktif.

“Melalui program ini kami berharap jangkauan PNM di desa dan kelurahan semakin luas. Termasuk penguatan program PNM Mekaar atau Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera yang terus kami dorong,” ujar Arief. (RO/Aji)

octa vaganza