hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

LPDB Kebut Penyaluran Dana Bergulir, 85 Persen Dibidik ke Koperasi Sektor Riil

LPDB Kebut Penyaluran Dana Bergulir, 85 Persen Dibidik ke Koperasi Sektor Riil
Dirut LPBD Krisdianto; LPDB Kebut Penyaluran Dana Bergulir, 85 Persen Dibidik ke Koperasi Sektor Riil/dok.Peluangnews-Gema Faw

Peluangnews, Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi memperkuat fokus pembiayaan ke sektor riil untuk mendorong koperasi menjadi mesin ekonomi produktif. Langkah ini ditandai dengan digelarnya temu mitra khusus koperasi sektor riil sebagai bagian dari strategi memperluas akses permodalan.

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan, temu mitra yang digelar di Gedung LPDB Koperasi, Jakarta, Senin (10/8/2026), merupakan kegiatan perdana yang secara khusus mempertemukan LPDB dengan koperasi yang bergerak di sektor riil.

Menurut dia, kegiatan tersebut akan dilanjutkan dalam beberapa batch berikutnya agar komunikasi dan kolaborasi antara LPDB dengan koperasi penerima pembiayaan semakin kuat.

“Ini kali pertama LPDB melakukan kegiatan temu mitra khusus untuk koperasi sektor riil. Ini baru batch pertama dan rencananya akan kita lanjutkan pada batch-batch berikutnya,” kata Krisdianto seusai acara Temu Mitra.

Pertemuan perdana tersebut diikuti sekitar 64 peserta yang mewakili 32 koperasi dari berbagai daerah di Indonesia. Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat sinergi sekaligus mendorong koperasi sektor riil agar semakin produktif dan memiliki daya saing.

Penyaluran Dana Bergulir Tembus 53 Persen

Dari sisi pembiayaan, Krisdianto menyebut realisasi penyaluran dana bergulir LPDB saat ini telah mencapai sekitar 53 persen dari target tahunan sebesar Rp2,1 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan penyaluran dana bergulir masih berada dalam jalur yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Baca Juga: LPDB: Koperasi Kredit Harus Jadi Motor Penguatan Koperasi Merah Putih

“On the track, kurang lebih sudah 53 persen dari target selama satu tahun. Target kita Rp2,1 triliun dan pencapaian penyaluran kepada koperasi sudah mencapai 53 persen,” ujarnya.

Menariknya, porsi terbesar penyaluran tersebut diarahkan kepada koperasi yang bergerak di sektor riil. Kebijakan itu sejalan dengan arahan pemerintah yang menargetkan sedikitnya 85 persen dana bergulir LPDB disalurkan kepada sektor riil.

Fokus tersebut mencerminkan upaya pemerintah menggeser pembiayaan koperasi ke kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa, menciptakan nilai tambah, serta membuka peluang ekonomi bagi anggota koperasi.

“Karena sesuai arahan pimpinan, minimal 85 persen diarahkan kepada sektor riil,” kata Krisdianto.

Ia menegaskan, prioritas terhadap koperasi sektor riil bukan berarti LPDB mengesampingkan koperasi simpan pinjam. Namun, pemerintah ingin memberikan porsi lebih besar kepada koperasi produktif agar penguatan modal dapat langsung mendorong kegiatan usaha.

“Bukan berarti kementerian atau LPDB tidak berpihak kepada koperasi simpan pinjam. Tetapi kita ingin memfokuskan kepada teman-teman di koperasi sektor riil agar lebih banyak terjadi penguatan, khususnya dari sisi permodalan,” ujarnya.

Dana Bergulir Jadi Pengungkit Ekonomi Koperasi

Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam sambutannya secara online, menyambut positif penyelenggaraan temu mitra tersebut. Menurut dia, forum semacam ini penting untuk memperkuat hubungan antara LPDB dan koperasi sekaligus membangun ekosistem pembiayaan yang mendukung pertumbuhan usaha koperasi.

Ferry berharap temu mitra dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara LPDB dan seluruh mitra koperasi. Dengan dukungan pembiayaan yang tepat, koperasi diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi pelaku ekonomi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Ia juga mengajak koperasi untuk memanfaatkan fasilitas dana bergulir yang disediakan pemerintah.

“Saya mengajak seluruh koperasi untuk tidak ragu memanfaatkan dana bergulir dari LPDB. Karena dana bergulir merupakan instrumen pembiayaan resmi dari pemerintah yang dirancang untuk memperkuat permodalan koperasi dan memperluas manfaat ekonomi bagi anggotanya,” kata Ferry.

Dengan target penyaluran Rp2,1 triliun dan porsi minimal 85 persen untuk sektor riil, LPDB menempatkan pembiayaan koperasi bukan sekadar sebagai dukungan modal, tetapi sebagai instrumen untuk menggerakkan aktivitas ekonomi produktif dari tingkat koperasi. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza