hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

LPDB Jadi Motor Koperasi Desa! Dorong TLM Asuh KDKMP di Indonesia Timur

LPDB koperasi desa

LPDB Jadi Motor Koperasi Desa! Dorong TLM Asuh KDKMP di Indonesia Timur
Menkop Ferry Juliantono mendorong LPDB jadi motor Koperasi Desa dan TLM Asuh KDKMP di Indonesia Timur/dok.humas

PeluangNews, Kupang – Transformasi koperasi di Indonesia Timur kini memasuki fase baru yang semakin progresif. Tak lagi sekadar entitas bisnis, koperasi berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang saling terhubung dan menguatkan satu sama lain.

Peran strategis ini terlihat dari kiprah Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat (TLM) yang berfungsi sebagai “kakak asuh” bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di berbagai wilayah Indonesia Timur. Pendekatan ini menegaskan bahwa koperasi tidak lagi berjalan sendiri, melainkan tumbuh melalui kolaborasi, gotong royong, serta dukungan pemerintah dan lembaga pembiayaan.

Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menekankan bahwa model kakak asuh merupakan strategi kunci dalam mempercepat penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Baca Juga: Lampaui Target 2025, LPDB Koperasi Salurkan Dana Bergulir Rp1,7 Triliun

“Saya sudah sampaikan kepada LPDB dan Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat untuk bersama-sama mendorong pengembangan bisnis koperasi di desa dan kelurahan, mulai dari ekspansi usaha hingga penguatan akses permodalan. Ini penting agar koperasi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi baru masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran KDKMP bukan sekadar program, melainkan instrumen untuk mendorong masyarakat desa menjadi pelaku ekonomi aktif melalui dukungan pembiayaan yang nyata dan berkelanjutan.

TLM: Dari Koperasi Kredit ke Penggerak Ekosistem

Sebagai koperasi dengan performa solid dan aset yang telah menembus Rp1,2 triliun, TLM terus bertransformasi. Tidak hanya fokus pada layanan simpan pinjam, koperasi ini juga mengembangkan sektor riil, memperluas jaringan distribusi, serta aktif mendampingi koperasi-koperasi baru di tingkat desa dan kelurahan.

Salah satu contoh konkret terlihat dari pendampingan terhadap KDKMP Manulai II di Kupang. Melalui skema kemitraan usaha, TLM membantu penyediaan produk, sistem konsinyasi, hingga peningkatan kapasitas usaha anggota. Dampaknya mulai terasa dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan potensi omzet koperasi yang terus bertumbuh.

Direktur Bisnis LPDB Koperasi, Oetje Koesoema Prasetia, menyatakan bahwa LPDB hadir untuk memperkuat kemitraan antar koperasi sebagai bagian dari strategi nasional pengembangan koperasi berbasis ekosistem.

“Apa yang dilakukan TLM menunjukkan bahwa koperasi yang kuat dapat menjadi lokomotif bagi koperasi lain di akar rumput. LPDB hadir untuk memperkuat peran tersebut melalui pembiayaan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara LPDB, koperasi besar, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam membangun sistem pembiayaan yang inklusif. Kolaborasi tersebut juga didorong melalui skema joint financing bersama perbankan agar koperasi desa memiliki daya tahan dan daya saing jangka panjang.

KDKMP Jadi Pilar Baru Ekonomi Desa

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang kini telah terbentuk di puluhan ribu desa menjadi tonggak penting dalam menghidupkan kembali peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Dengan dukungan pembiayaan, pendampingan, serta kehadiran “kakak asuh” seperti TLM, koperasi desa diharapkan mampu berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi—mulai dari distribusi barang, pengolahan hasil produksi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi fondasi kuat bagi lahirnya ekosistem koperasi modern di Indonesia: inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Pengurus KSP TLM Indonesia Zesly N.W. Pah, menyatakan dukungannya atas program KDKMP yang digagas Presiden Prabowo Subianto.. (RO/Aji)
LPDB koperasi desa

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate