
PeluangNews, Semarang – LPDB Koperasi terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi rakyat. Melalui kunjungan kerja ke KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina di Semarang, LPDB memastikan koperasi produktif memperoleh dukungan pembiayaan, pendampingan, serta kemitraan strategis untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan di Kecamatan Gajahmungkur serta KUD Usaha Mina di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (19/6/2026). Agenda tersebut menjadi bagian dari komitmen LPDB Koperasi untuk memperkuat ekosistem perkoperasian nasional sekaligus memastikan berbagai usaha produktif koperasi terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan pertama dilakukan ke KKMP Sampangan yang resmi beroperasi sejak 16 Mei 2026. Meski usianya belum genap satu bulan, koperasi ini telah menunjukkan performa yang menggembirakan. Jumlah anggotanya telah mencapai sekitar 250 orang dengan omzet usaha menembus Rp60 juta setiap bulan.
Bagi Krisdianto, pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal apabila dikelola secara profesional serta didukung sinergi berbagai pemangku kepentingan.
“KKMP Sampangan membuktikan bahwa koperasi mampu berkembang pesat ketika memperoleh dukungan masyarakat dan membangun kemitraan usaha yang kuat. Ini sejalan dengan visi pemerintah yang menempatkan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi rakyat,” ujar Krisdianto.
Baca Juga: LPDB Gandeng 16 Koperasi Besar, Siapkan Pembiayaan Murah untuk Koperasi Merah Putih
Selain memiliki fasilitas yang memadai, KKMP Sampangan juga aktif membangun kerja sama strategis dengan berbagai pihak. Bersama ID FOOD, koperasi ini memasok beragam kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya bagi masyarakat.
Kemitraan juga dijalin dengan Pertamina dalam distribusi LPG, sekaligus membuka akses pemasaran bagi berbagai produk UMKM milik anggota. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bagaimana koperasi dapat berperan sebagai penghubung antara industri, pelaku usaha mikro, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Setelah itu, Krisdianto melanjutkan kunjungannya ke KUD Usaha Mina. Di sana, ia meninjau unit produksi es balok yang menjadi salah satu usaha andalan koperasi untuk mendukung sektor perikanan.
Produksi es balok tersebut memiliki fungsi strategis dalam menjaga mutu hasil tangkapan nelayan sebelum dipasarkan, sekaligus memperkuat rantai pasok industri perikanan di kawasan pesisir. Menurut Krisdianto, model usaha produktif seperti ini perlu terus dikembangkan agar koperasi mampu menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan pendapatan anggotanya.
“Kami melihat masih banyak peluang usaha produktif yang dapat dikembangkan koperasi. LPDB Koperasi hadir untuk memastikan koperasi memperoleh akses pembiayaan yang memadai sehingga mampu memperbesar skala usaha, memperluas manfaat ekonomi bagi anggota, dan meningkatkan daya saingnya,” katanya.
Melalui kunjungan kerja tersebut, LPDB Koperasi kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kelembagaan koperasi, memperluas pengembangan usaha produktif, serta mendorong lahirnya lebih banyak kemitraan strategis agar koperasi semakin tangguh menghadapi persaingan.
Krisdianto menegaskan, keberhasilan sebuah koperasi tidak semata diukur dari besarnya omzet atau skala bisnis yang dijalankan, melainkan dari sejauh mana koperasi mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi anggota dan masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, LPDB Koperasi akan terus memberikan dukungan melalui akses pembiayaan, pendampingan, serta penguatan kapasitas kelembagaan bagi koperasi yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang. (RO/Aji)








