KSPEAN Papua Selatan
Pemerintah pusat dan daerah mempercepat pembangunan KSPEAN Papua Selatan sebagai kawasan sentra pangan, energi, dan air nasional. Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi Indonesia timur sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
PeluangNews, Merauke – Papua Selatan diproyeksikan menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah kini mempercepat pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Program Prioritas Presiden Bidang Pangan se-Provinsi Papua, Selasa, 14 Juli 2026. Selain mempercepat pembangunan kawasan pangan strategis, pemerintah juga menyiapkan berbagai dukungan mulai dari penyederhanaan regulasi pupuk hingga percepatan pencetakan satu juta hektare sawah di Merauke.
Forum tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi tingkat kabupaten di Merauke yang berlangsung pada hari yang sama. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian dialog pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi sekaligus menyusun langkah-langkah percepatan pembangunan kawasan pangan strategis di Papua.
Dalam arahannya, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat pembangunan sektor pangan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah penyederhanaan regulasi pupuk bersubsidi dari 145 aturan menjadi hanya tiga regulasi utama, sehingga petani dapat memperoleh pupuk dengan lebih mudah dan cepat.
Baca Juga:Pemerintah Percepat Penyaluran KUR untuk Menjaga Pertumbuhan Ekonomi
Selain itu, pemerintah juga mempercepat program pencetakan satu juta hektare lahan sawah di kawasan Wanam, Kabupaten Merauke, sebagai bagian dari strategi memperkuat kapasitas produksi pangan nasional.
“Presiden menginginkan Papua mampu memenuhi kebutuhan pangan dan energinya sendiri. KSPEAN Papua Selatan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tidak hanya memenuhi kebutuhan Papua, tetapi juga memperkuat pasokan pangan nasional,” tegas Zulhas, sapaan Menko Pangan.
Dalam sesi dialog, para kepala daerah menyampaikan berbagai potensi unggulan Papua di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Namun, mereka juga mengemukakan sejumlah tantangan yang masih menghambat pengembangan sektor tersebut, di antaranya keterbatasan infrastruktur, jaringan irigasi, transportasi logistik, ketersediaan alat dan mesin pertanian, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Menko Pangan memastikan seluruh usulan dari pemerintah daerah akan dibahas lebih lanjut dalam rapat kabinet sebagai bagian dari agenda percepatan pembangunan Papua.
Ia juga menegaskan bahwa sejumlah kebutuhan daerah akan diintegrasikan dengan program Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi berbagai program bantuan pemerintah, tetapi juga berfungsi sebagai offtaker hasil produksi petani dan nelayan. Dengan demikian, rantai pasok pangan menjadi lebih efisien, akses pasar semakin luas, dan stabilitas harga pangan dapat lebih terjaga.
Melalui kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pembangunan KSPEAN Papua Selatan diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia bagian timur sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. (RO/Aji)








