hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

HPL Transmigrasi Tak Lagi Fokus Pertanian, Kini Tambang

HPL Transmigrasi Tak Lagi Fokus Pertanian, Kini Tambang
Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara; HPL transmigrasi kini bisa untuk tambang/dok.humas

PeluangNews, Jakarta – Kementerian Transmigrasi mengubah arah kebijakan dengan membuka pemanfaatan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) tidak lagi terbatas pada sektor pertanian. Kini, kawasan transmigrasi juga diarahkan untuk mendukung sektor strategis seperti pertambangan dan energi.

“Dari hasil penelitian 2 ribu peneliti kemarin, ada juga terkait dengan tambang seperti batu bara. Kalau di Mamuju (Sulawesi Barat) itu ada logam tanah jarang. Itu juga kami potensikan,” ujar Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam konferensi pers Pertemuan Kepala SKK Migas dengan Menteri Transmigrasi di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Iftitah menjelaskan bahwa saat ini, Kementerian Transmigrasi sedang betul-betul fokus untuk menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.

Dengan demikian, lanjut dia, masyarakat yang berpindah ke wilayah tersebut bisa merasa betah sebab memiliki pekerjaan.

“Jadi ada produktivitasnya. Bukan sekadar dipindahkan, kemudian setelah itu diserahkan kepada masyarakat,” ucap Iftitah.

Baca Juga: Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru Berbasis Industri

Selain sektor pertambangan, Iftitah juga menyampaikan ada potensi memanfaatkan HPL transmigrasi untuk perkebunan sawit hingga tebu dalam rangka mendukung realisasi program biofuel atau bahan bakar ramah lingkungan, seperti bioetanol.

Transmigrasi itu, tutur Iftitah, tidak selalu identik dengan pangan atau terbatas di pertanian. Ia ingin Kementerian Transmigrasi berhasil menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan sekitar 3,2 juta hektar HPL transmigrasi yang diberikan oleh negara berdasarkan potensi di masing-masing kawasan.

“Dengan demikian, hari ini pula adalah babak penting dari proses transformasi transmigrasi. Alhamdulillah kita bisa mencetak pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ucap Iftitah.

Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah menandatangani kesepakatan dengan SKK Migas untuk mengembangkan potensi 13 sumur baru minyak dan gas bumi (migas) di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

SKK Migas menyampaikan potensi cadangan minyak di 13 sumur tersebut sebesar 0,96 juta barel atau nyaris 1 juta barel, dan cadangan gas sebesar 11,64 miliar kaki kubik.

Di luar 13 sumur tersebut, saat ini, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) telah mengelola 79 sumur yang berlokasi di area HPL transmigrasi Samboja. (Aji)

 

octa vaganza