hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kemenperin Perkuat SDM Industri Lewat Pelatihan Asesor Kompetensi 2026

Foto dok. Kemenperin

PeluangNews, Jakarta – Di tengah persaingan industri global yang semakin ketat, kebutuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, profesional, dan tersertifikasi menjadi salah satu faktor utama dalam memperkuat daya saing industri nasional. Penguatan kualitas tenaga kerja dinilai menjadi fondasi penting untuk mendukung transformasi industri manufaktur agar lebih produktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Perindustrian terus memperkuat pembangunan SDM industri melalui penguatan infrastruktur kompetensi, salah satunya lewat penyelenggaraan Pelatihan Asesor Kompetensi Angkatan 1 Tahun 2026.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa sektor industri manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional sekaligus salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Karena itu, kebutuhan terhadap SDM industri yang kompeten dan tersertifikasi menjadi semakin penting.

“Pembangunan industri nasional membutuhkan dukungan investasi, teknologi, dan SDM yang kompeten. Karena itu, Kemenperin secara konsisten menyiapkan program pembangunan infrastruktur kompetensi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang profesional dan berdaya saing,” kata Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (25/5).

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, industri makanan menjadi sektor manufaktur dengan penyerapan tenaga kerja terbesar pada tahun 2025 dengan kontribusi sekitar 13,86 persen terhadap total tenaga kerja industri manufaktur. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri manufaktur tetap memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem kompetensi industri, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menyelenggarakan Pelatihan Asesor Kompetensi Angkatan 1 Tahun 2026 pada 4–8 Mei 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut menggunakan kurikulum sesuai pedoman dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan ditujukan untuk mencetak asesor kompetensi profesional di sektor industri.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan, penyediaan SDM industri yang kompeten perlu didukung infrastruktur kompetensi yang kuat, mulai dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), asesor kompetensi, hingga Tempat Uji Kompetensi (TUK).

“Pelatihan ini menjadi wujud nyata fasilitasi pemerintah sekaligus bentuk sinergi antara pemerintah, industri, LSP, dan akademisi dalam memperkuat kompetensi SDM industri nasional,” ujar Doddy.

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari tersebut terdiri dari empat hari pembelajaran dan satu hari uji kompetensi. Kegiatan diikuti 20 peserta dari kalangan praktisi dan akademisi perwakilan LSP sektor industri. Adapun tenaga pengajar dan penguji berasal dari master asesor yang ditunjuk langsung oleh BNSP.

Peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan memperoleh sertifikat asesor kompetensi resmi dari BNSP.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri (Pusdiklat SDM Industri) Ronggolawe Sahuri berharap LSP dapat mengoptimalkan peran asesor kompetensi dalam pelaksanaan sertifikasi sesuai kebutuhan industri.

“LSP juga perlu memperkuat kerja sama dengan perusahaan serta asosiasi industri dan profesi, sekaligus memperluas skema sertifikasi sesuai kebutuhan dunia industri,” tutur Ronggolawe.

Melalui penguatan kapasitas asesor kompetensi tersebut, Kementerian Perindustrian optimistis kualitas SDM industri nasional akan semakin meningkat sehingga mampu mendukung transformasi industri manufaktur Indonesia menjadi lebih kompetitif, produktif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi global.

pasang iklan di sini
octa vaganza